JurnalPatroliNews – Jakarta – Pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha yang dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta menghadirkan nuansa khidmat dengan muatan pesan moral mendalam mengenai esensi kesabaran masyarakat di era digital
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, yang diamanahkan bertindak sebagai khatib secara khusus mengupas tuntas tema besar mengenai meneguhkan spirit qurban serta merawat alam dan kemanusiaan
Dalam penyampaian khotbahnya di hadapan ribuan jemaah, sang profesor memberikan penekanan khusus bahwa melalui sifat sabar, umat manusia diajarkan untuk merawat nilai kerendahan hati
Hamdan menilai konsep kesabaran dalam konteks kehidupan modern saat ini sudah tidak bisa lagi diartikan secara sempit sebagai perilaku pasif yang hanya duduk diam menunggu badai kesukaran berlalu
Sifat sabar diposisikan sebagai sebuah manifestasi dari kapabilitas manusia dalam mengelola tata kelola diri di tengah terjangan era disrupsi yang pergerakannya melesat tanpa arah pasti
Pakar akademis tersebut mengutarakan bahwa sabar bukan lagi identik dengan ketahanan fisik dalam memikul penderitaan, melainkan sebuah benteng ketahanan mental dalam menghalau fenomena distraksi global
Nilai kesabaran bertransformasi menjadi kemampuan strategis individu untuk menjaga produktivitas diri di tengah dinamika kehidupan sosial yang kerap kali salah arah dan kehilangan fokus utama
Lebih dalam lagi, sabar dimaknai sebagai keahlian personal untuk mengalihkan energi diri dari meributkan berbagai urusan sektarian yang dinilai tidak membawa faedah penting bagi kemajuan bangsa
Dalam koridor relasi antarmanusia, wajah kesabaran juga mengalami pergeseran makna yakni bukan sekadar kemampuan menahan amarah, melainkan kapasitas untuk memahami duduk perkara sebelum menjatuhkan penghakiman
Urgensi Budaya Tabayyun dan Saring Sebelum Sharing Hadapi Gempuran Berita Bohong
Sikap pengendalian diri ini dinilai teramat krusial untuk diimplementasikan secara nyata, terlebih di tengah masifnya sebaran berita bohong atau hoaks serta produksi ujaran kebencian
Pada atmosfer yang penuh dengan distorsi informasi tersebut, pribadi yang sabar adalah mereka yang tidak langsung melempar balasan emosional serta tidak mudah tergoda untuk selalu merasa paling benar
Manusia yang bijak akan memberikan ruang yang cukup bagi hadirnya perspektif atau sudut pandang lain guna melahirkan keputusan yang adil dan objektif
Hamdan mendorong jemaah untuk menjelma menjadi pribadi yang senantiasa mendahulukan langkah tabayyun atau klarifikasi serta konsisten menerapkan prinsip saring sebelum sharing di media sosial
Langkah preventif tersebut bertindak sebagai simbol keadaban publik di tengah kebablasan berekspresi sekaligus menjadi seni mengendalikan diri di tengah kepungan dunia yang kian tidak sabar
Sang khatib juga menjabarkan bahwa indikator kebermanfaatan hidup manusia di zaman sekarang bukan lagi sekadar tentang bagaimana cara menjadi orang baik, melainkan bagaimana menjadi pribadi yang berarti
Pihaknya menyayangkan fenomena di mana banyak orang memilih hadir secara fisik di ruang publik namun sering kali tidak memberikan dampak atau kontribusi yang nyata bagi lingkungan sekitar
Di era narsisme digital di mana hampir setiap individu berambisi untuk terlihat menonjol, nilai kebermanfaatan justru kerap kali lahir dari tangan-tangan tulus yang memilih memberi tanpa banyak bersuara
Esensi dari kebermanfaatan itu sendiri juga memiliki korelasi erat dengan kemampuan seseorang untuk menjadikan dirinya tetap relevan bagi kebutuhan peradaban
Profesor Hamdan memberikan perumpamaan tajam bahwa penguasaan ilmu pengetahuan yang tidak dibagikan kepada sesama pada hakikatnya hanyalah sebuah arsip mati
Begitu pula dengan kepemilikan jabatan publik yang tanpa disertai kontribusi nyata tidak lebih dari sekadar kursi kosong yang kehilangan marwah kepemimpinan
Bahkan segala bentuk aksi kebaikan yang dijalankan tanpa dibarengi rasa kepekaan sosial yang tulus akan luluh nilainya menjadi sekadar kosmetik politik untuk terlihat peduli di mata kamera
Sebagai informasi tambahan, pelaksanaan Salat Idul Adha di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara
Salah satu tokoh penting yang tampak hadir di tengah saf jemaah adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang datang menunaikan ibadah didampingi oleh putra sulungnya Jan Ethes Srinarendra










Komentar