JurnalPatroliNews – Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan apresiasi terhadap penggunaan rekaman CCTV sebagai basis utama dalam pengungkapan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menilai langkah Polda Metro Jaya yang memaparkan bukti visual kepada publik merupakan tindakan yang transparan dan akuntabel.
Menurut Anam, keberadaan rekaman CCTV sangat krusial untuk membangun logika peristiwa yang dapat diukur secara ilmiah dan kasat mata. Hal ini meminimalisir spekulasi dan memastikan proses hukum berjalan di atas fakta yang objektif.
“Karena peristiwa ini terekam CCTV, basisnya harus sesuatu yang bisa diukur secara ilmiah. Kami sebagai pengawas meyakini rekan-rekan kepolisian bekerja secara akuntabel setelah mengecek alur logikanya,” ujar Anam di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Anam juga memuji keberanian kepolisian untuk mengajak publik memahami alur kejadian dengan menampilkan potongan gambar (screenshot) terduga pelaku.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi visual tersebut menunjukkan progresivitas institusi Polri dalam menangani kasus sensitif.
“Kepolisian mengajak publik untuk melihat langsung orang-orang tersebut melalui CCTV. Ini sangat transparan. Jika masyarakat memiliki informasi terkait orang yang ada di unggahan polisi, silakan segera melapor,” tambahnya.
Kompolnas menegaskan bahwa penindakan hukum tidak dapat dilakukan tanpa basis data yang kuat. Dengan bukti CCTV yang kini mulai tersusun rapi, Kompolnas optimis kasus penganiayaan terhadap aktivis HAM ini dapat dituntaskan secara terang benderang.














