Krisis Anggaran Washington Paksa DHS Hentikan Layanan Pemeriksaan Kilat Bandara

JurnalPatroliNews – Jakarta – Operasional bandara di Amerika Serikat (AS) terancam mengalami perlambatan signifikan. Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) secara resmi menangguhkan program PreCheck dan Global Entry mulai Minggu (22/2/2026) pagi waktu setempat.

Langkah ini merupakan imbas langsung dari shutdown parsial yang melanda pemerintahan akibat kebuntuan anggaran di Kongres.

Program PreCheck, yang selama ini memberikan akses jalur keamanan khusus bagi penumpang domestik terpilih, serta Global Entry, yang mempercepat proses imigrasi bagi pelancong internasional, kini tidak dapat diakses sementara waktu.

Penangguhan efektif berlaku mulai pukul 06.00 waktu setempat seiring dengan keterbatasan pendanaan untuk personel operasional.

Menurut laporan Reuters, krisis ini berakar dari kegagalan Partai Republik dan Demokrat dalam mencapai kesepakatan terkait reformasi imigrasi pekan lalu.

Kondisi tersebut membuat DHS kehilangan dukungan finansial dari Kongres, sehingga memaksa kementerian untuk melakukan efisiensi sumber daya manusia.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menegaskan bahwa Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) kini harus memprioritaskan layanan di jalur penumpang umum guna memastikan titik masuk utama tetap berfungsi.

“Shutdown memiliki konsekuensi nyata di dunia nyata. Kami memprioritaskan penumpang umum dan menangguhkan hak istimewa tertentu,” jelas Noem dalam pernyataan tertulisnya.

Dampak shutdown ini tidak hanya menyasar bandara. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump juga menginstruksikan Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) untuk menarik ratusan pekerja bantuan dari wilayah terdampak bencana demi menghemat anggaran yang tersisa.

Kebijakan ini langsung menuai kecaman dari kubu Demokrat di Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS. Mereka menilai pemerintah telah melemahkan sistem yang dirancang untuk membuat perjalanan lebih lancar dan aman.

Dengan ditiadakannya jalur cepat, para pakar industri penerbangan memperkirakan akan terjadi lonjakan waktu tunggu di bandara-bandara utama AS selama masa penangguhan berlangsung.