Lebar Kali Harun Tinggal 1–2 Meter, Pemkot Bekasi Koordinasi dengan BPN

JurnalPatroliNews | Kota Bekasi – Penyempitan Kali Harun di Kecamatan Pondok Melati menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi dalam upaya memperkuat pengendalian banjir. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi sungai tersebut bersama jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

Dalam peninjauan itu, lebar Kali Harun dilaporkan menyusut dari sekitar tiga meter menjadi hanya satu hingga dua meter di sejumlah titik. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penanganan sepanjang sekitar 380 meter Kali Harun hingga akhir tahun ini. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari rencana penanganan dengan total panjang kurang lebih 440 meter.

“Lebar sungai yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit menjadi satu hingga dua meter. Kita targetkan penanganan sekitar 380 meter pada akhir tahun ini dari rencana sepanjang kurang lebih 440 meter,” kata Tri.

Kendala Lahan Masih Dikoordinasikan

Di balik target penanganan tersebut, persoalan lahan masih menjadi salah satu tantangan di lapangan. Terdapat empat rumah yang memiliki sertifikat di area yang dibutuhkan untuk pekerjaan penanganan sungai.

Pemkot Bekasi kini berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri status kepemilikan lahan sekaligus mencari penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Tri meminta seluruh kendala segera dipetakan agar proses penanganan dapat direncanakan secara tepat, dengan tetap memperhatikan kebutuhan teknis dan aspek legalitas.

Menurutnya, penanganan sungai harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memperhatikan kapasitas badan sungai, tetapi juga konektivitas saluran dan kondisi lahan di sepanjang aliran.

Pendekatan tersebut diperlukan agar upaya meningkatkan kapasitas aliran air dapat berjalan efektif dan mendukung pengurangan risiko banjir di wilayah sekitar.

Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Kali Harun

Selain penanganan fisik, Tri mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan mengurangi kapasitas sungai, sehingga berpotensi memperburuk kondisi saat debit air meningkat.

“Kalau sungainya sudah kita tangani, masyarakat juga harus ikut menjaga. Jangan sampai sungai kembali dipenuhi sampah dan alirannya terganggu,” ujarnya.

Target penanganan 380 meter Kali Harun hingga akhir tahun menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi memperkuat sistem pengendalian banjir. Pelaksanaannya tetap memerlukan kesiapan teknis serta penyelesaian persoalan lahan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

Pemkot Bekasi diharapkan dapat menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, dan penyelesaian kendala lahan kepada masyarakat.

Komentar