Lima Turis China Tewas di Gitgit, Autopsi Tunggu Keputusan Kepolisian

JurnalPatroliNews – Jakarta – Lima wisatawan asal China yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan minibus di jalur Singaraja–Denpasar, Jumat (14/11/2025), hingga Minggu (16/11/2025) masih berada di Instalasi Forensik RSUD Kabupaten Buleleng.

Para korban terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki, semuanya dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Tiga jenazah pertama diterima RSUD Buleleng tak lama setelah kecelakaan, disusul dua lainnya beberapa menit kemudian. Seluruh korban tiba dalam keadaan tidak bernyawa.

Dokter Forensik RSUD Buleleng, Klarisa, mengatakan bahwa tim medis telah melakukan pemeriksaan luar terhadap kelima jenazah pada hari kejadian. Pemeriksaan tersebut selesai sekitar pukul 12.00 Wita.

“Semua korban datang sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kami langsung melakukan pemeriksaan luar dan menempatkan seluruh jenazah di ruang penyimpanan,” ujarnya.

Meski begitu, tim forensik belum dapat memastikan apakah para korban meninggal di lokasi kejadian atau saat perjalanan menuju rumah sakit.

Kepastian tersebut hanya bisa diperoleh melalui autopsi, namun pemeriksaan dalam itu belum dilakukan karena masih menunggu arahan dari kepolisian serta koordinasi dengan Kedutaan Besar China.

“Saat ini pemeriksaan masih terbatas pada bagian luar. Autopsi menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak kepolisian dan kedutaan,” jelasnya.

Pemeriksaan awal menemukan sejumlah luka pada tubuh para korban. Salah satu jenazah mengalami cedera paling berat, namun detail kondisi tidak dapat dijelaskan sebelum proses pemeriksaan lanjutan dilakukan.

Walaupun setiap korban membawa paspor, pihak forensik belum bisa mengesahkan identitas secara resmi.

Dibutuhkan data pembanding dari keluarga, kepolisian, atau pihak kedutaan, seperti dental record, rekam medis, atau biometrik.

“Kami belum bisa memastikan kecocokan identitas hanya dari paspor. Harus ada data pembanding untuk memastikan siapa pemilik identitas tersebut,” tambah Klarisa.

Seluruh jenazah saat ini disimpan di ruang pendingin RSUD Buleleng sambil menunggu proses identifikasi lanjutan dan kehadiran perwakilan resmi Kedutaan China.

Kecelakaan maut itu terjadi saat rombongan wisatawan China menuju kawasan wisata Lovina. Minibus yang mereka tumpangi terjun ke jurang di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Lima orang meninggal dunia, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk faktor kelalaian, kondisi kendaraan, serta situasi jalan saat kejadian.