JurnalPatroliNews | Jakarta — Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Mahasabha XIII Tahun 2026 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, 8-11 Oktober 2026. Forum lima tahunan tersebut menjadi ruang konsolidasi umat Hindu sekaligus pembahasan arah strategis organisasi untuk periode mendatang.
Mahasabha XIII mengangkat tema “Penguatan Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut menjadi pijakan pembahasan mengenai kehidupan keagamaan sekaligus kontribusi umat Hindu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sekitar 700 peserta dijadwalkan mengikuti forum tersebut. Mereka berasal dari jajaran PHDI provinsi, Sabha Pandita, Sabha Walaka, organisasi kepemudaan Hindu serta sejumlah tokoh lintas agama.
Bukan Sekadar Forum Organisasi
Mahasabha merupakan forum musyawarah tertinggi PHDI yang digelar setiap lima tahun sesuai periode kepengurusan.
Karena itu, forum ini tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang dihadapi umat serta menyusun rekomendasi bagi arah PHDI ke depan.
Sejumlah agenda strategis telah disiapkan dalam Mahasabha XIII, antara lain penguatan kelembagaan, moderasi beragama, tata kelola Pura Padma Bhuana Nusantara serta kontribusi umat Hindu dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah diharapkan membuat pembahasan tidak hanya berpusat pada kepentingan organisasi di tingkat nasional, tetapi juga mencerminkan persoalan umat di daerah.
Aspirasi Daerah Dibawa ke Jakarta
Sebelum Mahasabha berlangsung, panitia menggelar rangkaian FGD Pra-Mahasabha di Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah.
Forum tersebut menjadi sarana untuk menghimpun aspirasi dan mengidentifikasi persoalan yang dihadapi umat Hindu di daerah.
Hasil diskusi kemudian menjadi salah satu bahan yang dibawa ke forum Mahasabha XIII.
Langkah tersebut menunjukkan upaya panitia menjadikan Mahasabha sebagai ruang pembahasan yang berbasis pada persoalan nyata di lapangan, bukan semata agenda organisasi.
Cantiasa: PHDI Harus Menjadi Rumah Besar Umat
Ketua Panitia Mahasabha XIII Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa sebelumnya menekankan pentingnya menempatkan kepentingan umat sebagai orientasi utama organisasi.
Menurut Cantiasa, PHDI perlu menjadi ruang yang memberikan perlindungan, pengayoman dan tempat bagi umat untuk menyampaikan harapan serta persoalannya.
“Kepentingan umat di atas segala-galanya. Mari kita jadikan PHDI sebagai tempat perlindungan, pengayoman, tempat umat menaruh harapan,” ujar Cantiasa.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan agenda Mahasabha yang mempertemukan unsur PHDI dari berbagai daerah dalam satu forum nasional.
Kehadiran Ketua MPR
Dalam pembukaan Mahasabha XIII, panitia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Panitia memandang kehadiran pimpinan lembaga negara tersebut sebagai bagian dari hubungan antara kehidupan keagamaan dan kehidupan kebangsaan.
“Kehadiran Bapak Ketua MPR RI secara langsung di tengah-tengah umat Hindu Nusantara ini merupakan kehormatan yang amat besar,” ujar perwakilan panitia dalam laporan pembukaan.
Panitia juga mengaitkan kehadiran tersebut dengan pentingnya menjaga kerukunan serta pelayanan kehidupan beragama di Indonesia.
Dharma Agama dan Dharma Negara
Tema Mahasabha XIII menempatkan hubungan antara kehidupan keagamaan dan kehidupan kebangsaan sebagai salah satu isu utama.
Melalui konsep Dharma Agama dan Dharma Negara, PHDI diarahkan untuk tidak hanya memperkuat kehidupan internal umat, tetapi juga mendorong kontribusi umat Hindu dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Hal tersebut sejalan dengan agenda yang akan dibahas, mulai dari moderasi beragama hingga kontribusi umat dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Forum ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterjemahkan ke dalam program kerja dan kebijakan organisasi pada periode berikutnya.
Membawa Semangat Persaudaraan
Mahasabha XIII mengangkat pula semangat Vasudhaiva Kutumbakam, sebuah nilai yang menekankan gagasan bahwa seluruh manusia merupakan satu keluarga.
Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari semangat konsolidasi umat Hindu sekaligus memperkuat kontribusi dalam menjaga kerukunan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah dan unsur organisasi, Mahasabha XIII menjadi salah satu forum penting PHDI untuk menentukan arah organisasi dalam lima tahun mendatang.
Hasil akhirnya akan terlihat dari rekomendasi yang lahir dari forum tersebut serta bagaimana keputusan itu diterjemahkan menjadi program yang menjawab kebutuhan umat di berbagai daerah.















Komentar