Menag Bandingkan Inisiatif Prabowo di Board of Peace dengan Diplomasi Hudaibiyah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Agama menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam keterlibatan Indonesia pada Board of Peace sebagai keputusan strategis yang mencerminkan visi jangka panjang kepemimpinan nasional.

Kebijakan tersebut dinilai menunjukkan kemampuan membaca perkembangan global sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya kebijakan tersebut sempat menimbulkan beragam tafsir di masyarakat. Namun setelah dikaji lebih dalam melalui forum akademik dan keagamaan, pemahaman terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo dinilai semakin utuh.

“Awalnya memang banyak yang belum memahami. Tetapi setelah mendengar pandangan para tokoh, ulama, dan pakar dalam seminar-seminar, barulah terlihat bahwa Presiden memiliki pandangan ke depan yang sangat kuat,” ujar Menteri Agama kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Lebih lanjut, Menag menilai pendekatan yang ditempuh Presiden Prabowo melalui Board of Peace memiliki kesamaan nilai dengan Perjanjian Hudaibiyah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. Menurutnya, kedua langkah tersebut sama-sama mengedepankan diplomasi dan kesabaran strategis demi tujuan yang lebih besar.

Perjanjian Hudaibiyah sendiri merupakan kesepakatan damai antara Rasulullah SAW dan kaum Quraisy Makkah pada tahun keenam Hijriah. Kesepakatan itu tercapai ketika umat Islam tertahan di Hudaibiyah saat hendak melaksanakan umrah dan memilih jalur diplomasi ketimbang konfrontasi.

Meski pada awalnya sempat dipersoalkan sebagian sahabat karena dianggap merugikan, perjanjian tersebut justru terbukti membawa manfaat besar. Kesepakatan itu membuka ruang dakwah yang lebih luas dan memperkuat posisi umat Islam secara strategis dalam jangka panjang.

“Apa yang dilakukan Presiden Prabowo mengingatkan kita pada Perjanjian Hudaibiyah. Banyak yang salah paham di awal, tetapi setelah hasilnya terlihat, ternyata itulah pilihan terbaik bagi umat Islam saat itu,” jelasnya.

Menag pun berharap, dengan dukungan doa para ulama dan partisipasi masyarakat, kebijakan Presiden Prabowo dapat membawa manfaat besar bagi bangsa dan memperkuat peran Indonesia dalam percaturan global.

“Mudah-mudahan ini menjadi jalan terbaik bagi Indonesia, karena posisi bangsa kita saat ini sangat penting dan strategis di mata dunia,” tutupnya.