Guna mendukung percepatan operasionalisasi KDKMP tersebut, Kemenkop telah merekrut tenaga pendamping PMO (Project Management Officer) dan juga Business Assistant (BA) yang ditempatkan di Dinas Koperasi di daerah serta KDKMP. Bahkan pemerintah juga membuka kesempatan kerja sebanyak 30.000 orang yang akan ditempatkan di KDKMP.
Ia menjelaskan bahwa dibukanya kesempatan kerja di KDKMP dengan posisi sebagai manajer tersebut diperlukan karena di desa/kelurahan masih terkendala dengan SDM unggul untuk mendukung operasionalisasinya. Kehadiran mereka diharapkan upaya percepatan operasionalisasi KDKMP dengan tetap mengedepankan aspek bisnis yang berkelanjutan dapat diwujudkan.
“Beberapa hari lalu kami bersama dengan Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengumumkan untuk merekrut 30 ribu sarjana untuk menjadi manager koperasi sebagai bagaian yang tidak terpisahkan dalam tahapan operasional yang menjadi tahapan penting dan menentukan,” katanya.
Sementara itu Komandan Sesko TNI Marsdya Arif Widianto menilai dengan diselenggarakannya kuliah umum kepada 124 Persis tersebut diharapkan dapat memberi inspirasi strategis dan bekal pengetahuan bagi para perwira siswa sebelum terjun mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Menurutnya, kebijakan ekonomi kerakyatan berkaitan erat dengan ketahanan nasional sehingga dasar-dasar pengetahuan perlu disosialisasikan. Ia juga menekankan pentingnya para Persis untuk benar-benar memahami pentingnya kedaulatan ekonomi dikaitkan dengan upaya menjaga stabilitas negara.
“Kami berharap pencerahan ini memperluas cakrawala berpikir para siswa. Berbekal akademik ini diharapkan menjadi modal bagi perwira siswa untuk mengabdi di masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan,” katanya.














