JurnalPatroliNews – Cianjur – Masyarakat Desa Cirama Girang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan oleh insiden penemuan jasad seorang remaja putri yang tewas mengenaskan di dalam kamarnya
Korban yang diketahui merupakan seorang gadis di bawah umur berinisial SH (16) ditemukan dalam kondisi tubuh yang memprihatinkan dengan mulut mengeluarkan busa serta hidung yang mengalirkan darah
Peristiwa duka tersebut pertama kali diendus oleh bibi korban bernama Tini saat dirinya mendatangi kediaman keponakannya dengan maksud untuk membersihkan area rumah pada Minggu pagi
Kecurigaan saksi mulai mencuat ketika ketukan pintunya berulang kali tidak mendapatkan respons dari dalam rumah, ditambah dengan kondisi lampu luar yang didapati masih menyala benderang
Tini yang diselimuti rasa cemas akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam area rumah guna melakukan pengecekan langsung ke setiap ruangan
Langkah saksi terhenti di depan kamar tidur korban setelah mendapati tubuh keponakannya sudah tergeletak kaku di atas kasur dengan tanda-tanda klinis yang tidak wajar
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, Tini seketika berteriak histeris meminta pertolongan dari para tetangga sekitar untuk mengevakuasi tubuh korban ke pusat kesehatan masyarakat terdekat
Nahas, tim medis dari puskesmas setempat menyatakan bahwa detak nadi korban sudah berhenti total sebelum sempat menerima tindakan kedaruratan medis
Guna keperluan penyelidikan lebih lanjut, jasad remaja malang tersebut langsung digeser ke instalasi forensik RSUD Sayang Cianjur untuk menjalani proses autopsi mendalam
Korban Tinggal Bersama Ayah Tiri dan Temuan Petunjuk Misterius
Pihak keluarga memaparkan bahwa korban yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara ini sehari-harinya dikenal memiliki kepribadian yang tertutup dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah
Korban selama ini diketahui tinggal berdua bersama dengan ayah tirinya di rumah yang menjadi tempat kejadian perkara tersebut
Namun, kejanggalan kembali menyeruak lantaran sosok ayah tiri korban mendadak menghilang bak ditelan bumi dan tidak menampakkan batang hidungnya sejak jasad korban ditemukan
Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arip Titim Firmanto, membenarkan adanya temuan tanda-tanda kekerasan non-fisik di mana selain busa dan darah, tim penyidik juga menemukan adanya cairan mencurigakan di area sensitif korban
Pihak kepolisian menegaskan bahwa otoritas keamanan belum dapat menetapkan secara sahih mengenai penyebab utama dari matinya korban sebelum hasil resmi autopsi dikeluarkan oleh tim dokter forensik
Di sisi lain, fokus penyelidikan kepolisian kini diarahkan pada perburuan keberadaan ayah tiri korban guna mengungkap tabir di balik misteri kematian ini
Langkah pengejaran tersebut diperkuat oleh adanya temuan barang bukti berupa sepucuk surat yang guratannya menyiratkan rasa kekecewaan mendalam dari pihak keluarga
Selain itu, tim siber kepolisian juga tengah mendalami beredarnya sebuah rekaman video pendek di tengah masyarakat yang memperlihatkan visualisasi minuman yang sengaja dicampur dengan zat beracun









Komentar