JurnalPatroliNews | Deli Serdang — Insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih dalam penyelidikan kepolisian. Tiga orang yang diketahui berasal dari ormas yang sama dengan korban telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/10) malam dan menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan suasana pascakejadian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria yang disebut sebagai kakak korban meluapkan kesedihan dan ketidakpuasan atas kematian adiknya.
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni Damanik membenarkan adanya korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.
“Iya, memang ada satu orang meninggal dunia,” kata Jonni saat dihubungi, Selasa (20/10).
Menurut Jonni, rangkaian kejadian juga melibatkan sebuah mobil yang ditumpangi korban dan sejumlah orang lainnya. Kendaraan tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga menabrak teras rumah, tiang listrik, serta pengguna jalan.
Polisi menyebut mobil itu sempat menabrak seorang anak kecil. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Jonni, kendaraan diduga oleng setelah korban terkena tembakan. Meski demikian, rangkaian kejadian dan penyebab pasti insiden tersebut masih perlu didalami melalui proses penyelidikan.
Petugas kepolisian telah melakukan pengamanan di lokasi untuk mencegah situasi berkembang dan meredam emosi masyarakat. Mobil yang terlibat dalam kejadian turut diamankan sebagai barang bukti setelah sebelumnya dilaporkan dibakar.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani autopsi guna mendukung proses penyelidikan.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, tiga orang telah diamankan terkait peristiwa tersebut. Ketiganya diketahui merupakan anggota ormas yang sama dengan korban, tetapi hingga keterangan itu disampaikan, status mereka masih sebagai saksi dan masih menjalani pemeriksaan.
“Ada tiga orang yang diamankan. Saat ini, kasusnya masih dalam proses. Mereka masih diperiksa sebagai saksi. Ketiganya merupakan anggota ormas yang sama dengan korban,” ujar Ferry.
Ferry juga menyampaikan bahwa senjata api yang diduga digunakan dalam peristiwa itu disebut merupakan milik korban. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, tembakan terjadi di dalam mobil yang mereka tumpangi, bukan berasal dari pihak luar.
“Korban merupakan pemilik senjata api. Penembakan bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam mobil. Jadi, tidak ada keterlibatan orang luar,” ucapnya.
Meski demikian, polisi masih mendalami bagaimana senjata api tersebut dapat digunakan, termasuk menelusuri asal-usul dan legalitas kepemilikannya. Senjata tersebut telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik juga masih mengungkap motif di balik insiden yang berujung pada kematian korban tersebut. Hasil pemeriksaan saksi, autopsi, serta analisis barang bukti diharapkan dapat membantu merekonstruksi kejadian secara utuh.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab sebelum penyelidikan menghasilkan kesimpulan resmi. Status hukum setiap orang yang diperiksa akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan bukti yang ditemukan.















Komentar