Modernisasi Skadron Panther Hitam: Jet Tempur Hawk Geser ke Pontianak, Pekanbaru Bersiap untuk Rafale

JurnalPatroliNews – Jakarta – TNI Angkatan Udara segera memasuki babak baru dalam modernisasi kekuatan udaranya dengan rencana kedatangan jet tempur multiperan asal Prancis, Dassault Rafale.

Sebagai langkah persiapan, pesawat tempur legendaris Hawk 109/209 milik Skadron Udara 12 Panther Hitam mulai dipindahkan dari pangkalan asalnya di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, menuju Skadron Udara 1 di Lanud Supadio, Pontianak.

Prosesi pemindahan pesawat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, dan dipimpin langsung oleh Pangkoopsud I, Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.

Dalam sambutannya, Marsda Djoko menekankan bahwa tradisi pelepasan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap alutsista yang telah mengabdi puluhan tahun bagi kedaulatan udara Indonesia, sekaligus menjadi simbol estafet pengabdian antar-satuan.

Selama ini, jet tempur Hawk memiliki peran krusial di Skadron Udara 12, mulai dari pembinaan kemampuan tempur penerbang muda hingga menjaga kesiapan operasional di wilayah barat Indonesia.

Keberhasilan operasional pesawat buatan British Aerospace ini tidak lepas dari dedikasi tinggi para penerbang, teknisi, serta personel pendukung lainnya.

Menurut Marsda Djoko, perpindahan ini memiliki nilai historis dan emosional yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Panther Hitam.

TNI AU sendiri mengakuisisi armada Hawk 109/209 pada periode 1980-an hingga 1990-an. Pesawat ini difungsikan sebagai jet latih tempur dan pesawat serang darat untuk mendukung operasional pesawat tempur berat seperti F-16.

Hawk memiliki spesifikasi kecepatan maksimal Mach 1.2 dengan daya jelajah mencapai 892 kilometer dan dilengkapi lima cantelan senjata untuk berbagai misi tempur.

Dengan perpindahan ini, Skadron Udara 1 di Pontianak akan menjadi operator utama pesawat Hawk di Indonesia, sementara Skadron Udara 12 di Pekanbaru akan mulai melakukan penyesuaian infrastruktur dan pelatihan personel guna menyambut kehadiran Dassault Rafale yang memiliki teknologi jauh lebih modern.