JurnalPatroliNews | Yahukimo — Satgas Yonif 725/Woroagi (WRG) mengungkap ladang ganja di dua kampung di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam operasi tersebut, sebanyak 21.400 batang tanaman ganja berhasil diamankan dengan nilai taksiran mencapai sekitar Rp8 miliar.
Pengungkapan berlangsung pada Selasa (8/9/2026) di Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Kinetik 3.18 yang melibatkan personel Satgas Komando Operasi Habema di bawah koordinasi Kogabwilhan III.
Sebanyak 78 personel Yonif 725/WRG diterjunkan untuk melakukan penyisiran sekaligus pembersihan terhadap tanaman ganja yang ditemukan di kawasan tersebut.
Operasi dipimpin Dansatgas Yonif 725/WRG Letkol Inf Safril. Penyisiran dilakukan terhadap sejumlah titik yang berdasarkan informasi lapangan diduga menjadi lokasi pembudidayaan tanaman ganja.
Puluhan Ribu Batang Diamankan
Dalam proses penyisiran, personel menemukan tanaman ganja dalam jumlah besar yang tersebar di kawasan Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat.
Seluruh tanaman yang ditemukan kemudian diamankan sebagai bagian dari langkah pencegahan terhadap potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Papua Pegunungan.
Jumlah barang bukti yang mencapai 21.400 batang menunjukkan skala temuan yang cukup besar. Nilai ekonominya ditaksir mencapai sekitar Rp8 miliar.
Operasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan Papua Pegunungan dari aktivitas yang berpotensi mengancam keamanan serta masyarakat, terutama generasi muda.
Diduga Berkaitan dengan Kelompok OPM
Berdasarkan informasi yang diperoleh personel di lapangan, keberadaan ladang ganja tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya.
Namun, dugaan tersebut tetap menjadi bagian dari informasi operasi yang perlu ditindaklanjuti melalui proses pendalaman dan penegakan hukum oleh pihak berwenang.
Temuan ladang ganja menjadi perhatian karena selain menyangkut persoalan narkotika, aktivitas tersebut juga dapat bersinggungan dengan dinamika keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
Karena itu, pengamanan tanaman ganja dilakukan sebagai langkah untuk memutus potensi produksi maupun peredaran narkotika dari wilayah tersebut.
TNI Tegaskan Komitmen Jaga Papua
TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Papua sekaligus mendukung pemerintah dalam upaya memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkotika.
Pembersihan ladang ganja dinilai menjadi bagian dari tugas menjaga masyarakat dari ancaman yang dapat berdampak terhadap kehidupan sosial dan masa depan generasi muda.
Keberhasilan operasi juga mendapat apresiasi internal. Personel Satgas Yonif 725/WRG yang terlibat dalam pelaksanaan tugas mendapatkan reward sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan keberhasilan menjalankan operasi.
Operasi tersebut menegaskan bahwa pengamanan wilayah Papua tidak hanya menyangkut aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga upaya mencegah berkembangnya aktivitas ilegal yang berpotensi mengganggu masyarakat.
Dengan temuan 21.400 batang tanaman ganja, aparat kini memiliki tanggung jawab lanjutan untuk memastikan seluruh barang bukti ditangani sesuai prosedur dan informasi mengenai asal-usul serta pihak yang bertanggung jawab dapat didalami lebih jauh.










Komentar