JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi bahwa seluruh warga negaranya yang sebelumnya ditahan di penjara-penjara Venezuela kini telah dibebaskan.
Pengumuman ini disampaikan oleh Kedutaan Besar AS di Caracas melalui pernyataan resmi pada Jumat (30/1/2026). Langkah ini menandai titik balik penting dalam hubungan diplomatik kedua negara yang selama beberapa dekade terakhir dikenal sangat tegang dan penuh dengan perselisihan politik maupun militer.
Proses pembebasan terakhir ini mencakup Arturo Gallino Rullier, seorang tahanan politik berkebangsaan Peru-Amerika yang ditangkap pada November tahun lalu atas tuduhan yang tidak spesifik.
Organisasi hak asasi manusia Foro Penal menyatakan bahwa Gallino saat ini sudah dalam perjalanan pulang menuju Amerika Serikat.
Selama ini, banyak pihak asing menuduh pemerintah Venezuela di bawah kepemimpinan sebelumnya sengaja menggunakan penangkapan warga asing sebagai alat tawar politik atau penyanderaan dengan tuduhan spionase yang dianggap dibuat-buat.
Perubahan drastis dalam dinamika kekuasaan di Venezuela terjadi setelah pasukan khusus Amerika Serikat menyerbu Caracas awal bulan ini yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro. Sejak insiden tersebut, hubungan pahit antara kedua negara mulai mereda.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, kini menunjukkan arah kebijakan yang lebih terbuka, terutama dalam upaya memulihkan ekonomi melalui pembukaan sektor minyak bagi investasi asing serta perbaikan hubungan bilateral dengan Washington.
Meskipun otoritas sementara Venezuela mengeklaim telah membebaskan lebih dari 800 orang sejak tahun lalu, data dari sejumlah LSM pemantau menunjukkan angka yang berbeda, yakni sekitar 400 orang yang benar-benar telah dilepaskan sejak Desember lalu.
Kendati terdapat perbedaan data, serangkaian pembebasan tahanan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi komunitas internasional bahwa Venezuela tengah berupaya melakukan rekonsiliasi dan memulihkan citra diplomatiknya di mata dunia di bawah kepemimpinan yang baru.














