Pemerintah Kucurkan Rp 20 Triliun untuk Pembangunan Pabrik Pakan dan Vaksin Ternak

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan 30 pabrik pakan ternak yang akan mulai direalisasikan pada awal 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menstabilkan harga pakan dan memperkuat ekosistem peternakan nasional.

Amran menjelaskan bahwa pembangunan pabrik akan diprioritaskan di daerah yang mengalami kekurangan pasokan pakan, seperti wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Menurutnya, kondisi ketimpangan pasokan di sejumlah daerah membuat peternak kesulitan mendapatkan pakan dengan harga terjangkau, sehingga diperlukan intervensi negara melalui pembangunan fasilitas produksi.

“Kita fokus untuk pembangunan pabrik pakan itu di daerah-daerah yang shortage, yang kekurangan itu daerah, seperti Kalimantan dan Sulawesi,” kata Amran saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/11/2025).

Ia menambahkan bahwa wilayah yang telah memiliki pasokan pakan cukup tetap akan mendapatkan pembangunan pabrik, tetapi jumlahnya lebih sedikit demi pemerataan layanan bagi peternak.

Pemerintah ingin memastikan seluruh wilayah mendapat akses yang sama terhadap pakan berkualitas.

“Kemudian daerah yang sudah tercukupi itu diminimalkan pembangunan di situ agar seluruh peternak Indonesia terlayani dengan baik,” ujarnya.

Selain pabrik pakan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pabrik vaksin ternak, fasilitas produksi day old chick (DOC), hingga obat-obatan hewan. Proyek ambisius ini akan dibiayai melalui BPI Danantara dan APBN dengan total nilai mencapai Rp 20 triliun.

“Ini solusi permanen untuk peternak Indonesia, sehingga nanti tidak lagi naik turun harganya (pakan) dan ini nanti sustain,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peternakan rakyat melalui pembangunan pabrik pakan dan fasilitas DOC yang ditujukan untuk melindungi 3,7 juta peternak di Indonesia. Program ini diharapkan menjaga stabilitas harga pakan, obat-obatan, hingga vaksin.

Ia juga menyebut pemerintah sedang mengkaji regulasi baru, termasuk penetapan harga pokok penjualan (HPP) untuk komoditas peternakan hingga harga eceran tertinggi (HET) pakan.

“Kabar baik, kita siapkan HPP. Harga pokok penjualan peternakan juga telur, kemudian ada nanti HET untuk pakan, sehingga harga tidak jauh berfluktuasi,” pungkasnya.