Update Layanan Kesehatan Aceh: RSUD Aceh Tamiang Mulai Berfungsi Meski Fasilitas Terbatas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebanyak 366 puskesmas yang tersebar di 18 kabupaten dan kota terdampak bencana banjir serta tanah longsor di Aceh kini telah kembali beroperasi. Pemulihan fasilitas kesehatan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pengobatan pascabencana besar yang melanda wilayah tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menjelaskan bahwa sebagian besar puskesmas di wilayah terdampak sudah berfungsi melayani pasien.

Namun, masih terdapat 30 puskesmas lainnya yang hingga kini belum dapat difungsikan. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan berat, mulai dari bangunan yang tertimbun lumpur hingga infrastruktur yang hancur akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.

Fasilitas kesehatan yang belum beroperasi tersebut tersebar di enam kabupaten dan kota yang mengalami dampak terparah.

Sementara itu, untuk rumah sakit milik pemerintah di seluruh wilayah bencana dilaporkan sudah berfungsi secara keseluruhan.

Meskipun demikian, Rumah Sakit di Kabupaten Aceh Tamiang masih beroperasi dengan kondisi terbatas karena sejumlah peralatan medis mengalami kerusakan akibat terendam air.

Di sektor swasta, lima rumah sakit sudah mulai menerima pasien kembali, sementara tiga lainnya masih dalam tahap pembersihan dan perbaikan.

Ferdiyus memastikan bahwa meski ada beberapa kendala fasilitas, pelayanan kesehatan dasar bagi para pengungsi tidak akan terhenti.

Pemerintah Provinsi Aceh telah mengerahkan sedikitnya 794 tenaga kesehatan ke berbagai titik bencana. Tim ini terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, ahli gizi, hingga tenaga kesehatan lingkungan.

Fokus utama tim medis saat ini adalah memantau kelompok rentan di tenda-tenda pengungsian, seperti lansia dan anak-anak, guna mencegah munculnya wabah penyakit pascabanjir.