Dua Remaja di Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan, Luka Sobek di Bibir dan Punggung

JurnalPatroliNews | Surabaya – Dua remaja di Surabaya, Jawa Timur, menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok pengendara sepeda motor di Jalan Bung Tomo, Minggu (8/11/2026) dini hari. Keduanya mengalami luka serius, termasuk luka sobek pada bibir dan punggung yang diduga akibat senjata tajam.

Kedua korban masing-masing berinisial HF (16), warga Kecamatan Jambangan, dan SS (17), warga Kecamatan Sawahan. Saat ditemukan petugas, keduanya dalam kondisi sadar, tetapi mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Menurutnya, korban diduga diserang oleh beberapa orang yang datang menggunakan kendaraan roda dua.

“Terindikasi korban pengeroyokan oleh beberapa gerombolan yang menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Irvan saat dikonfirmasi, Minggu (8/11/2026).

Rombongan Motor Sempat Provokasi Petugas

Sebelum pengeroyokan terjadi, petugas Command Center 112 tengah menangani kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Jagir sekitar pukul 00.20 WIB.

Di tengah penanganan tersebut, rombongan pemuda yang melintas menggunakan sepeda motor sempat melakukan provokasi terhadap petugas di lapangan.

Petugas kemudian berupaya menghalau rombongan secara persuasif hingga kelompok tersebut meninggalkan lokasi.

Namun, sekitar 17 menit kemudian, tepatnya pukul 00.37 WIB, petugas kembali menerima laporan adanya dua korban penganiayaan di Jalan Bung Tomo, tidak jauh dari perlintasan kereta api.

Irvan menyebut kedua korban diduga diserang oleh kelompok yang kemungkinan masih berkaitan dengan rombongan pengendara motor yang sebelumnya melintas di Jalan Jagir.

“Korban dua orang yang mengalami luka sobek di bibir dan punggung yang terindikasi menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan yang diduga masih berkaitan dengan rombongan yang melintas di Jalan Jagir sebelumnya,” jelasnya.

Meski demikian, hubungan antara kedua kejadian tersebut masih berupa dugaan dan belum dipastikan melalui hasil penyelidikan kepolisian.

Dua Korban Dilarikan ke RS Bhayangkara

Saat petugas tiba di lokasi, HF dan SS ditemukan berada di pinggir jalan dalam kondisi sadar.

HF mengalami luka sobek pada bagian bibir serta memar di dahi. Sementara SS mengalami luka sobek pada bagian punggung yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Keduanya mendapatkan pertolongan awal dari Tim Gerak Cepat (TGC) BPBD Surabaya dan petugas Posko Pusat.

Sekitar pukul 01.00 WIB, kedua remaja tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan kendaraan patroli kepolisian untuk menjalani pemeriksaan medis, visum, dan kepentingan penyelidikan.

Polisi Periksa CCTV dan Dalami Dugaan Pembacokan

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Jodi Satya Pradana, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut.

Namun, polisi belum memastikan secara resmi apakah luka yang dialami korban disebabkan oleh senjata tajam atau benda lainnya. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

“Betul ada pengeroyokan, untuk pembacokannya kita masih dalami. Untuk tindak lanjut sekarang kami masih penyelidikan cek CCTV,” ujar Jodi.

Pemeriksaan CCTV diharapkan membantu mengidentifikasi para pelaku, menelusuri kendaraan yang digunakan, serta mengungkap kronologi penyerangan.

Keamanan Malam Hari Kembali Jadi Perhatian

Kasus pengeroyokan terhadap dua remaja ini kembali menyoroti gangguan keamanan yang melibatkan kelompok pengendara motor di wilayah perkotaan.

Kehadiran rombongan yang diduga melakukan provokasi terhadap petugas, disusul laporan pengeroyokan dalam rentang waktu berdekatan, menjadi rangkaian peristiwa yang perlu diusut secara menyeluruh.

Polisi kini masih mendalami motif penyerangan, identitas para pelaku, serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan rombongan yang sebelumnya berada di Jalan Jagir.

Hingga penyelidikan berlangsung, masyarakat diharapkan tidak berspekulasi mengenai identitas kelompok maupun pihak yang terlibat. Pengungkapan kasus sepenuhnya menunggu hasil pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan kepolisian.

Komentar