Pertamina Bantah Isu Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter


JurnalPatroliNews – JAKARTA — PT Pertamina (Persero) membantah kabar viral mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa dokumen yang beredar di media sosial bukan berasal dari internal perusahaan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, setiap informasi resmi terkait harga BBM hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan sesuai mekanisme yang berlaku setiap akhir bulan.

“Informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi,” tegasnya.

Meski belum ada kenaikan harga yang diumumkan, Pertamina tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi, terutama di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik, termasuk konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, beredar dokumen yang mengklaim rincian kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai April 2026. Dalam dokumen tersebut, harga Pertamax disebut naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter.

Selain itu, Pertamax Green diklaim naik menjadi Rp19.150 per liter dari Rp12.900, Pertamax Turbo menjadi Rp19.450 dari Rp13.100, serta Pertamina Dex melonjak ke Rp23.950 dari Rp14.500. Adapun Dexlite disebut naik menjadi Rp23.650 per liter dari Rp14.200.

Dokumen tersebut juga mengaitkan kenaikan harga dengan lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Pertamina terkait perubahan harga tersebut. Berdasarkan pantauan, situs resmi perusahaan juga sempat mengalami gangguan akses.