Prof. Indira di Institut Amalia: SDGs 2030 Tak Akan Tercapai Tanpa Generasi Berintegritas

JurnalPatroliNews | Bogor — Tantangan menuju target pembangunan berkelanjutan 2030 tidak semata ditentukan oleh kebijakan dan investasi. Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu agar berbagai agenda pembangunan mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata.

Persoalan itulah yang menjadi perhatian Institut Amalia Bogor saat membuka Tahun Akademik melalui kegiatan Kuliah Perdana dan Pembukaan Studi, Senin (15/9/2026).

Institut Amalia menghadirkan Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi, M.Sc., Ph.D. sebagai keynote speaker dalam kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Unggul, Berintegritas, dan Siap Menghadapi Tantangan Global.”

Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum bagi kampus untuk memperkuat orientasi pendidikan tinggi agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu menyiapkan lulusan yang memiliki karakter, kepedulian terhadap keberlanjutan, serta kesiapan menghadapi perubahan global.

SDGs Membutuhkan SDM Berkualitas

Dalam paparannya, Prof. Indira menempatkan kualitas manusia sebagai fondasi utama pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu ruang utama untuk membentuk generasi yang nantinya berperan dalam berbagai sektor pembangunan.

“Pencapaian SDGs 2030, khususnya Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Kelembagaan yang Kuat (SDG 16), tidak akan berhasil tanpa generasi yang unggul dan berintegritas. Kita butuh lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter, memiliki kesadaran keberlanjutan, dan siap bersaing di panggung global,” tegas Prof. Indira di hadapan sivitas akademika Institut Amalia.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak cukup diukur dari kemampuan akademik lulusan.

Integritas, tanggung jawab sosial, kemampuan beradaptasi, serta kesadaran terhadap persoalan lingkungan dan pembangunan juga menjadi bagian penting dalam membentuk manusia yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dunia Berubah, Kampus Harus Beradaptasi

Prof. Indira juga menyoroti berbagai tantangan yang kini berkembang secara bersamaan.

Krisis iklim, kesenjangan digital, hingga disrupsi teknologi telah mengubah kebutuhan dunia kerja dan pola kehidupan masyarakat.

Perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi melakukan penyesuaian agar proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu membaca perubahan dan menciptakan solusi.

Dalam perspektif tersebut, kampus tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan.

Perguruan tinggi dituntut menghasilkan agen perubahan yang mampu membawa pengetahuan akademik ke dalam persoalan nyata di masyarakat.

Institut Amalia Perkuat Arah Tri Dharma

Pesan mengenai pentingnya pendidikan yang adaptif mendapat respons positif dari pimpinan Institut Amalia Bogor.

Pihak kampus menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kuliah perdana ini menjadi komitmen kami dalam menyiapkan SDM unggul untuk mendukung percepatan pencapaian SDGs 2030,” ujar pimpinan Institut Amalia.

Komitmen tersebut menjadi penting karena agenda keberlanjutan tidak dapat dijalankan hanya melalui satu disiplin ilmu.

Isu lingkungan, ekonomi, teknologi, pendidikan, tata kelola hingga persoalan sosial membutuhkan kolaborasi berbagai bidang sekaligus.

Perguruan tinggi memiliki ruang untuk mempertemukan pengetahuan, riset, pendidikan dan pengabdian masyarakat dalam satu ekosistem yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Integritas Menjadi Modal Utama

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan intelektual tetap membutuhkan fondasi karakter.

Lulusan perguruan tinggi akan memasuki ruang profesional yang menghadapkan mereka pada berbagai persoalan kompleks dan keputusan yang memiliki dampak luas.

Karena itu, integritas menjadi elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari kompetensi.

Generasi yang dipersiapkan menghadapi tantangan global bukan hanya mereka yang mampu menguasai teknologi, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab.

Di sinilah nilai pendidikan berkualitas menemukan relevansinya dengan agenda SDGs.

Kuliah Perdana Jadi Momentum Strategis

Pembukaan Tahun Akademik Institut Amalia Bogor akhirnya tidak hanya menjadi penanda dimulainya aktivitas perkuliahan.

Kehadiran Prof. Indira sebagai keynote speaker memberikan ruang refleksi mengenai arah pendidikan tinggi di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari generasi yang mampu menghadapi persoalan dunia dengan kompetensi dan karakter.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi atas kontribusi dan pemikirannya sebagai narasumber.

Momentum ini sekaligus mempertegas pesan bahwa perjalanan menuju SDGs 2030 membutuhkan investasi jangka panjang pada manusia.

Dan perguruan tinggi menjadi salah satu tempat paling strategis untuk menyiapkan generasi yang bukan hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masa depan.

Komentar