Sinyal Baik! Purbaya Sebut Kondisi Global Tak Separah Perkiraan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi perekonomian global menunjukkan perbaikan dan tidak seburuk prediksi sejumlah pihak.

Menurutnya, berbagai indikator ekonomi dunia semakin stabil seiring meredanya ketidakpastian dan meningkatnya proyeksi pertumbuhan dari lembaga-lembaga internasional.

Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat dan China mulai mencatat perlambatan inflasi. Kebijakan Federal Reserve yang telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada 2025, serta berpotensi melakukan penurunan tambahan pada Desember.

memberikan sentimen positif bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan global. Dampaknya dirasakan terutama oleh negara-negara emerging market seperti Indonesia.

Sentimen tersebut ikut mendorong revisi proyeksi pertumbuhan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Lembaga tersebut menaikkan outlook pertumbuhan global 2025 menjadi 3,2 persen, atau naik 0,3 persen dibanding proyeksi sebelumnya. IMF juga melakukan revisi serupa dengan meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2025 menjadi 3,2 persen, naik 0,2 persen dari perkiraan awal.

Purbaya menambahkan bahwa membaiknya ekonomi global turut menunjukkan bahwa dampak perang dagang beberapa waktu lalu tidak sebesar yang diperkirakan.

Meskipun China mencatat perlambatan pada triwulan III 2025 akibat tekanan perang tarif dengan Amerika Serikat, hubungan perdagangan kedua negara yang mulai mencair membuat outlook pemulihan semakin kuat.

Perbaikan hubungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi China dan mendorong peningkatan kinerja ekonomi di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Ia juga mencatat bahwa sejumlah negara di Asia Tenggara mampu menjaga ketahanan ekonominya sepanjang triwulan III 2025.

Dengan stabilitas global yang semakin membaik, Purbaya optimistis Indonesia berada dalam posisi yang diuntungkan untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dunia.