JurnalPatroliNews – Washington D.C. – Amerika Serikat (AS) bersama Iran secara resmi memberikan sinyal kuat untuk segera mengakhiri konflik bersenjata dalam waktu dekat.
Informasi krusial mengenai redanya tensi militer tersebut disampaikan langsung oleh seorang pejabat senior AS pada Jumat (12/6/2026).
Pejabat yang identitas resminya dirahasiakan itu mengungkapkan bahwa kedua belah pihak kini telah menyepakati draf perjanjian damai.
Kesepakatan bersejarah tersebut diperkirakan akan resmi ditandatangani oleh kedua otoritas negara dalam beberapa hari ke depan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengonfirmasi bahwa perubahan isi klausul kesepakatan akhir masih sangat mungkin terjadi di lapangan.
Kendati demikian, dirinya menilai kesepakatan sementara ini menunjukkan ketangguhan kekuatan Iran dalam menghadapi konfrontasi dengan AS.
“Iran adalah pemenang perang melawan AS,” tegas Abbas Araqchi seperti dikutip dari kantor berita Reuters pada Jumat (12/6/2026).
Sumber internal dari pihak Iran juga mengakui bahwa titik temu untuk kesepakatan damai antarkedua negara kini sudah semakin dekat.
Salah satu poin utama dalam draf perjanjian tersebut mencakup komitmen pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat lumpuh akibat perang.
Selain itu, Pentagon juga sepakat untuk mencabut blokade Angkatan Laut (AL) mereka terhadap sejumlah pelabuhan strategis milik Iran.
Pengendalian Jalur Maritim dan Negosiasi Program Nuklir
Setelah implementasi draf kesepakatan awal ini berjalan lancar, agenda diplomasi bilateral akan berlanjut ke tahap berikutnya.
Pihak-pihak terkait dilaporkan bakal menggelar negosiasi lanjutan khusus untuk membahas masa depan program nuklir Iran.
Di sisi lain, Araqchi menegaskan posisi tawar negaranya terkait pengawasan kawasan perairan Timur Tengah pasca-perang.
Setelah Selat Hormuz dibuka kembali, Iran bersama Oman akan bertindak sebagai pengendali utama lalu lintas maritim di wilayah tersebut.
Sebelum pecahnya konflik militer, Selat Hormuz merupakan jalur paling vital bagi distribusi pasokan minyak dan gas global.
Pihak Teheran memberikan peringatan keras bahwa mereka akan tetap menyiagakan kekuatan penuh di koridor maritim strategis tersebut.
“Pedang kami akan selalu tergantung di Selat Hormuz,” ujar Araqchi memperingatkan.














