Tak Lagi Sahur Nasi Garam, Keluarga Megawati di Kalsel Kini Mandiri Berkat Bantuan Kemensos

JurnalPatroliNews – Jakarta – Di sebuah rumah sederhana di pinggir Sungai Barito, Desa Bahalayung, Kalimantan Selatan, sebuah harapan yang sempat layu kini kembali mekar.

Keluarga Megawati (43) dan Abdullah (50), yang selama ini terjepit dalam kemiskinan ekstrem, mulai menapaki jalan kemandirian berkat kehadiran Program Sekolah Rakyat (SR) dan bantuan kewirausahaan dari Kementerian Sosial.

Kisah pilu Megawati sempat menyayat hati saat ia menceritakan perjuangannya bertahan hidup bersama 9 anaknya. Di bulan Ramadan tahun ini, mereka kerap menjalani sahur hanya dengan nasi berlauk garam.

Penghasilan sang suami sebagai pencari ikan sebesar Rp80 ribu per hari seringkali tidak mencukupi untuk menghidupi 11 anggota keluarga.

“Beras seliter dibagi 11 orang, tidak ada lauknya hanya ada garam. Pernah juga tiga hari rumah kami gelap karena tidak mampu beli pulsa listrik,” kenang Megawati sambil terisak, Minggu (15/3/2026).

Namun, titik balik terjadi ketika putra ketiganya, Kholemy Almu Dhatser (15), diterima di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru.

Kholemy yang sempat putus sekolah selama setahun dan bekerja sebagai kuli panggul sawit, kini mendapatkan kesempatan kedua untuk mengejar cita-citanya.

Tak hanya pendidikan bagi sang anak, Kemensos melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru juga memberikan stimulan ekonomi berupa modal usaha warung kelontong dan ternak ayam pada Senin (9/3).

Hasilnya pun mulai terasa; dalam sepekan, Megawati berhasil meraup omzet Rp400 ribu yang langsung digunakan untuk konsumsi keluarga dan diputar kembali sebagai modal.

“Serasa hidup kembali, ibarat pohon yang telah lama layu disiram jadi mekar kembali. Kalau tidak ada program SR ini, mungkin Kholemy sudah putus sekolah,” ungkap Megawati penuh syukur.

Kini, dengan bantuan nutrisi dan modal usaha yang berkelanjutan, keluarga di pinggiran Barito ini tidak lagi hanya bermimpi untuk kenyang, tetapi mulai membangun fondasi untuk keluar dari jerat kemiskinan secara permanen.