Terkuak! Pembunuh Petugas Kebersihan Puskesmas di Luwu Timur Ternyata Sepupu Dua Kali Korban

JurnalPatroliNews – Luwu Timur – Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur bergerak cepat membongkar misteri kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang petugas kebersihan (cleaning service) Puskesmas Kalaena bernama Abi Limbong (22).

Terduga pelaku yang diidentifikasi merupakan seorang remaja berinisial AD (17) kini telah resmi diringkus oleh jajaran kepolisian sektor setempat.

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, aparat menemukan fakta pilu bahwa pelaku ternyata masih memiliki hubungan darah yang dekat dengan korban.

Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh Junus, mengonfirmasi status kekerabatan tersebut saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus pada Kamis (11/6/2026) malam.

“Pelaku yakni sepupu dua kali korban yang tinggal tepat di samping rumahnya,” kata Junus menjelaskan kedekatan tempat tinggal antara pelaku dan korban.

Jejak Kaki Misterius dan Temuan Celana Pendek Berlumpur di Samping Gereja

Pengungkapan perkara kekerasan maut ini berhasil dilakukan berkat kejelian personel kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas di lapangan mendeteksi keberadaan jejak kaki mencurigakan di sekitar area penemuan jasad korban, yang kemudian ditelusuri secara saksama.

Rangkaian jejak kaki tersebut menuntun langkah penyelidikan personel kepolisian hingga sampai ke kawasan di samping bangunan Gereja GPDI.

Di lokasi penelusuran tersebut, warga setempat melaporkan adanya sehelai celana pendek yang ditinggalkan dalam kondisi dipenuhi noda lumpur tebal.

Setelah dilakukan proses pemeriksaan dan pencocokan data fisik, polisi memastikan bahwa celana pendek berlumpur tersebut merupakan milik tersangka AD.

Petugas bergerak taktis mendatangi rumah pelaku yang berada persis di sebelah rumah korban guna mengumpulkan sejumlah alat bukti tambahan.

Di dalam rumah tersebut, polisi kembali menemukan petunjuk kuat berupa sisa-sisa bekas lumpur yang masih menempel di lantai kamar mandi.

Tersangka AD sendiri dilaporkan sempat berupaya meloloskan diri dari kepungan dengan cara melarikan diri secara sembunyi-senyam melalui pintu belakang rumahnya.

“Dengan ditemukannya barang bukti serta petunjuk tersebut sehingga kuat dugaan pelaku adalah AD,” ungkap Junus terkait dasar penetapan tersangka.

Drama Pelarian Sembilan Jam dan Pendalaman Indikasi Kekerasan Seksual

Kendati sempat mencoba menghilang dari kejaran tim buser, pelarian remaja berusia 17 tahun tersebut akhirnya berhasil dipatahkan dalam waktu singkat.

Aparat kepolisian berhasil meringkus tersangka AD hanya berselang sembilan jam setelah jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga.

Tersangka langsung dievakuasi tanpa perlawanan dari tempat persembunyiannya yang berada di wilayah administrasi Desa Kalaena Kiri.

Usai ditangkap, AD langsung digelandang menuju Markas Polsek Mangkutana sebelum akhirnya dilimpahkan ke unit penyidik tingkat polres untuk pemeriksaan intensif.

Penanganan berkas perkara pidana ini kini sepenuhnya diambil alih oleh Polres Luwu Timur guna membedah konstruksi hukum kasus tersebut secara utuh.

Pihak penyidik dilaporkan tengah melakukan pendalaman serius atas munculnya indikasi tindakan kekerasan seksual yang diduga terjadi mendahului aksi pembunuhan.

Otoritas kepolisian saat ini masih terus merampungkan pemenuhan alat bukti formil serta menunggu hasil resmi uji laboratorium forensik dari tim medis.

Sementara itu, jenazah korban Abi Limbong saat ini telah disemayamkan oleh pihak keluarga di rumah duka yang beralamat di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Komentar