JurnalPatroliNews – Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan klarifikasi resmi mengenai jenis pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
Pesawat tersebut dipastikan berjenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT, mengoreksi laporan sebelumnya yang menyebutkan jenis ATR 400.
Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa pesawat dengan nomor seri 611 buatan tahun 2000 tersebut dioperasikan oleh IAT sebagai pemegang sertifikat AOC 034.
Berdasarkan data manifes terbaru, pesawat tersebut mengangkut total 10 orang, yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 orang penumpang. Penerbangan rute Yogyakarta (JOG) menuju Makassar (UPG) ini dipimpin oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Berdasarkan riwayat penerbangan dari situs pemantau radar, pesawat PK-THT diketahui masih beroperasi normal sehari sebelumnya dengan rute Bandung–Semarang dan Semarang–Yogyakarta. Namun, pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 13.17 WITA, pesawat tersebut kehilangan kontak saat melintasi Kabupaten Maros.
Lokasi terakhir pesawat terdeteksi berada pada koordinat 04°57’08” LS – 119°42’54” BT. Saat ini, fokus utama otoritas terkait adalah melakukan pencarian intensif di titik koordinat tersebut.
Basarnas telah mengerahkan 60 personel gabungan bersama potensi SAR lainnya untuk menyisir wilayah Maros yang diduga menjadi lokasi jatuhnya atau mendarat daruratnya pesawat tersebut.
Pihak Kemenhub terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, dan pihak maskapai untuk memantau perkembangan proses pencarian dan penyelamatan kru serta penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.














