Wakapolri: Respons Kemanusiaan Wajib Dilaksanakan Cepat dan Berlandaskan Gotong Royong

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan kekuatan besar untuk merespons bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penguatan ini dilakukan untuk mempercepat dukungan strategis, memperluas jangkauan proses evakuasi, serta meningkatkan kapasitas identifikasi korban dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak.

Wakil Kepala Polri, Komjen Dedi Prasetyo, menekankan bahwa seluruh personel yang diterjunkan dalam operasi kemanusiaan harus bekerja dengan disiplin tinggi, sigap, dan selaras lintas fungsi maupun satuan.

“Setiap petugas harus memahami secara detail tugas dan peran masing-masing. Ini adalah misi kemanusiaan, sehingga pelaksanaannya harus cepat, bersinergi, dan mengedepankan gotong royong di seluruh lini,” ujar Komjen Dedi melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 2 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa pergerakan pasukan dan distribusi logistik akan terus disesuaikan secara dinamis dengan kondisi di lapangan.

Rincian Kekuatan Pasukan dan Rute Pengerahan

Total 497 personel dikerahkan dalam gelombang keberangkatan ini, terdiri atas:

300 personel Brimob

100 personel Sabhara

26 operator K9 beserta 7 anjing pelacak

27 personel DVI

20 tim trauma healing

15 personel Inafis (dijadwalkan masing-masing menuju Sumut, Sumbar, dan Aceh pada gelombang lanjutan)

9 personel humas

Pemberangkatan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno–Hatta pukul 14.00 WIB. Pembagian sektor penugasan diatur sebagai berikut:

Brimob 100 personel: rute Bandara Kuala Namu → Sibolga

Sabhara 100 personel: rute Bandara Kuala Namu → Silangit

Brimob 100 personel lainnya: rute Bandara Minangkabau → Sumatera Barat melalui pengendalian teknis Karoops

Sementara 100 personel Brimob tambahan disiagakan sebagai pasukan rotasi dan cadangan untuk tiga wilayah terdampak.

Setibanya di lokasi, pasukan yang melalui Silangit akan diterjunkan ke wilayah Tapanuli Utara (dua unit) dan Tapanuli Selatan (tiga unit), sedangkan pasukan melalui Sibolga diarahkan menuju Tapanuli Tengah sebagai sektor penanganan utama.

Penguatan Logistik dan Komitmen Transparansi Informasi

Dukungan logistik diperkuat melalui pasokan dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya. Tambahan terbaru meliputi 600 boks makanan siap saji, tenda lapangan, perlengkapan medis, pakaian dan perlengkapan thermal, serta berbagai peralatan portable lain yang sedang dimanifestasikan untuk pendistribusian cepat.

Dengan alokasi sumber daya ini, Polri menegaskan kesiapan penuh dalam mempercepat evakuasi, memperluas cakupan bantuan, dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Polri juga berkomitmen memberikan pembaruan informasi operasi secara berkala agar masyarakat memperoleh data akurat dan terpercaya.