JurnalPatroliNews | Bekasi — Polisi turun tangan menyelidiki dugaan tindakan pencabulan terhadap seorang anak perempuan di kawasan Rawa Sapi, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/9/2026).
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah informasi mengenai dugaan pelecehan terhadap anak beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria yang disebut mengenakan atribut ojek online diduga mendekati seorang anak di sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani membenarkan bahwa jajaran kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Iya Polsek Tambun sudah melakukan cek TKP dan sedang melakukan penyelidikan,” kata Aliyani kepada media, Sabtu (12/9/2026).
Polisi kini masih mengumpulkan informasi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya, termasuk mencocokkan keterangan yang diperoleh di lapangan dengan informasi yang beredar melalui media sosial.
Rekaman Jadi Petunjuk Awal
Dugaan kasus tersebut mencuat setelah video mengenai kejadian beredar luas di media sosial. Informasi yang menyertai video menyebut peristiwa terjadi di kawasan Rawa Sapi, dekat Masjid Al Istiqomah, ketika warga sedang melaksanakan salat Jumat.
Sejumlah pemberitaan lokal juga menyebut adanya rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan seorang pria mendekati seorang anak di kawasan tersebut. Namun, isi dan konteks rekaman masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.
Polisi perlu memastikan siapa sosok dalam rekaman tersebut, apakah benar merupakan pengemudi ojek online, serta bagaimana kronologi peristiwa sebelum dan sesudah kejadian yang diduga berlangsung.
Tahapan ini penting mengingat informasi yang berkembang di media sosial belum dapat serta-merta dijadikan kesimpulan mengenai seseorang telah melakukan tindak pidana.
Polisi Dalami Kronologi
Penyelidikan dilakukan untuk membangun gambaran utuh mengenai kejadian. Selain memeriksa lokasi, aparat perlu mengumpulkan keterangan saksi serta bukti lain yang relevan untuk memastikan dugaan tersebut.
Identitas korban dalam kasus yang berkaitan dengan anak juga perlu dilindungi. Karena itu, informasi yang dapat membuka identitas atau kondisi pribadi korban sebaiknya tidak disebarluaskan.
Polisi hingga kini belum menyampaikan adanya penetapan tersangka dalam perkara tersebut.
Warga Diminta Tidak Berspekulasi
Kasus yang melibatkan anak dan telah beredar di media sosial berpotensi berkembang cepat menjadi informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, setiap pihak diharapkan tidak melakukan penghakiman terhadap seseorang hanya berdasarkan potongan video atau narasi yang beredar.
Proses hukum tetap membutuhkan pembuktian berdasarkan keterangan saksi, bukti elektronik, hasil pemeriksaan dan alat bukti lain yang sah.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah benar telah terjadi tindak pidana, siapa pihak yang terlibat, serta bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.
Sampai penyelidikan selesai, dugaan terhadap pengemudi ojol tersebut tetap ditempatkan sebagai dugaan dan belum merupakan kesimpulan hukum.














Komentar