Kedaulatan ekonomi ditekankan oleh presiden pada soal pangan dan energi serta upaya serius untuk menutup kebocoran kekayaan negara. Swasembada pangan dan ketahanan energi diperkuat dengan memberantas korupsi. Pengembalian kerugian negara yang selama ini bocor kemana-mana, ratusan triliun bahan ribuan triliun nampaknya bakal disasar.
Dengan disampaikannya KEM-PPKF APBN 2027 ini secara langsung oleh presiden, nampak sekali pesan bahwa kepala pemerintahan memimpin langsung transformasi yang sedang berjalan.
Paradigm-shift yang dulu oleh Thomas S. Kuhn pada tahun 1962 dalam bukunya “The Structure of Scientific Revolutions” dimana ia mendefinisikan sebuah …”fundamental change in the basic concepts and experimental practices of a scientific discipline, occurring when one theoretical framework is replaced by another.” Perubahan mendasar dalam landasan berpikir sedang berubah.
Penertiban kebocoran yang terjadi di banyak lembaga pemerintahan, khususnya lembaga penerimaan negara demi efisiensi serta memberantas ekspor gila-gilaan sumber daya alam yang selama ini dilakukan pelaku bisnis. Juga dengan praktek “under-invoicing” yang telah banyak memanipulasi pendapatan negara harus dibersihkan. Reformasi di instansi pajak dan bea-cukai serta tata-kelola di banyak kementerian dan lembaga yang selama ini telah merugikan negara ratusan triliun atau bahkan ribuan triliun harus dikontrol ketat.
Akhirnya kita mendengar kembali bahwa kali ini negara bakal lebih aktif mengendalikan ekonomi. Supaya fakta bahwa Indonesia punya banyak kekayaan alam pemberian Tuhan itu bisa lebih banyak dinikmati di dalam negeri oleh lebih banyak rakyat Indonesia. Ekonomi hitam (shadow-economy) mesti diputihkan dan resmi masuk neraca negara, tidak ada lagi gelap-gelapan.
Sebagai penutup kita sajikan kembali beberapa asumsi dasar ekonomi makro untuk tahun 2027 yang diampaikan Presiden Prabowo Subianto, sebagai berikut:
Pertumbuhan ekonomi terus ditargetkan mendekati angka 6 persen, yaitu sekitar 5,2 persen sampai 5,8 persen. Tingkat inflasi sekitar 1,5 persen sampai 3,5 persen. Nilai tukar rupiah sekitar Rp 16.500 sampai dengan Rp17.900 per 1 dollar AS. Suku bunga SBN 10 tahun sekitar 6,6 persen sampai 7,2 persen. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 60 sampai US$ 80 per barrel. Target lifting minyak 605 ribu sampai 620 ribu barrel per hari. Target lifting gas 953 ribu sampai 1,02 juta barrel setara minyak per hari.
Adapun target untuk tingkat pengangguran terbuka sekitar 4,4 persen sampai 4,9 persen. Angka tingkat kemiskinan 6,5 persen sampai 7,5 persen dengan tingkat kemiskinan ekstrem mendekati nol persen. Sedangkan ketimpangan (gini-ratio) ditargetkan 0,377 sampai 0,380.
Sedangkan target fiskal negara digambarkan sebagai berikut. Pendapatan negara sekitar 11,71 sampai 12,31 persen dari PDB. Sedangkan belanja negaranya sekitar 14,19 persen sampai 14,75 persen dari PDB. Untuk defisit APBN dianggarkan sekitar 2,48 persen sampai 2,53 persen dari PDB. Keseimbangan primer sekitar minus 0,18 persen sampai 0 persen dari PDB. Dengan rasio utang pemerintah akan dijaga terus pada kisaran yang aman.
“The historian of science may be tempted to exclaim that when paradigms change, the world itself changes with them.” – Thomas S. Kuhn, The Structure of Scientific Revolutions.














