Abolisi Tom Lembong: Awal Babak Baru Rekonsiliasi Politik Pascajokowi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto membuat manuver mengejutkan dengan memberikan abolisi kepada Thomas Lembong, mantan Menteri Perdagangan dan tokoh yang pernah mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.

Langkah ini diambil setelah pengadilan menyatakan Tom bersalah dalam kasus yang dinilai sarat dengan nuansa politik. Meski demikian, Prabowo menggunakan hak konstitusionalnya untuk menghentikan proses hukum, dengan alasan tuduhan yang dibawa ke meja hijau tak terbukti secara faktual selama persidangan berlangsung.

Keputusan ini melampaui ranah yuridis. Ia menjadi penanda penting bahwa Indonesia memasuki fase penyembuhan politik setelah satu dekade yang penuh gesekan hukum dan kekuasaan di era Presiden Joko Widodo. Dalam dua periode pemerintahannya, banyak pihak menilai hukum kerap dijadikan alat untuk membungkam lawan politik.

Preseden ini mengingatkan publik pada langkah serupa dalam sejarah Indonesia. Presiden BJ Habibie, pascareformasi 1998, membuka ruang partisipasi politik bagi tokoh-tokoh yang sebelumnya ditekan rezim Orde Baru. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga menempuh jalur rekonsiliasi, termasuk memberikan tempat kepada eks aktivis yang selama ini dipinggirkan karena ideologi tertentu.

“Langkah membebaskan Tom Lembong tak bisa hanya dibaca sebagai keputusan hukum belaka. Ini adalah sinyal bahwa Prabowo berkomitmen membangun ulang sistem keadilan dan membuka lembaran baru politik kebangsaan.”

Bayang-bayang Dendam Politik Era Jokowi

Dalam masa pemerintahan Jokowi, tidak sedikit tokoh yang dianggap kritis terhadap kekuasaan justru mengalami tekanan hukum. Anies Baswedan, salah satunya, terus dibayangi isu dugaan korupsi Formula E yang tak kunjung tuntas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tekanan publik karena dianggap menjadi alat kekuasaan, bukan lagi institusi independen.

“Era Jokowi dikenal dengan politik pemusnahan: siapa pun yang berani melawan, disingkirkan atau dibungkam lewat instrumen negara.”

Namun, respons publik tak bisa diabaikan. Anies tetap mendapatkan dukungan besar dalam Pilpres 2024 meski gagal menang. Fakta ini menjadi sinyal bahwa suara oposisi tetap hidup. Dan kini, setelah didukung penuh oleh Jokowi, Prabowo mulai menunjukkan sikap yang lebih mandiri, bahkan perlahan menjauh dari bayang-bayang politik Jokowi.