Akbar Faizal: Wapres Harus Ringankan Beban Presiden, Bukan Sekadar Seremoni

JurnalPatroliNews – Jakarta – Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, menyampaikan kritik tajam terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait perannya dalam mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Sorotan tersebut menguat seiring masih berlangsungnya penanganan bencana alam di sejumlah daerah di Pulau Sumatera.

Menurut Akbar, kondisi darurat seperti bencana semestinya menjadi panggung bagi wakil presiden untuk hadir dengan langkah nyata dan kontribusi yang terukur. Ia menilai, dukungan konkret jauh lebih dibutuhkan ketimbang kehadiran simbolik dalam acara seremonial atau pernyataan publik semata.

Melalui unggahan di akun media sosial X pada Kamis, 18 Desember 2025, Akbar secara terbuka meminta Gibran untuk lebih cepat belajar mengambil peran strategis dalam membantu Presiden Prabowo menjalankan roda pemerintahan.

Akbar kemudian menyinggung contoh ideal peran wakil presiden dengan merujuk pada sosok Jusuf Kalla saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode pertama. Kala itu, menurutnya, kontribusi JK benar-benar terasa, terutama ketika negara menghadapi situasi krisis dan kondisi darurat.

Namun, Akbar mengingatkan agar perbandingan tersebut tidak diarahkan pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, ketika Jusuf Kalla kembali menjabat sebagai wakil presiden. Ia menilai, pada masa tersebut ruang gerak wapres memang terbatas sehingga sulit untuk memainkan peran yang optimal.

Dalam pandangannya, tantangan nasional yang dihadapi pemerintahan saat ini—mulai dari pemulihan ekonomi hingga penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menuntut dukungan nyata yang dapat meringankan tugas Presiden Prabowo, bukan justru menambah beban kepemimpinan.

Akbar bahkan menyampaikan kritik keras terhadap gaya komunikasi Wapres yang dinilainya kurang efektif. Ia menegaskan, jika tidak mampu menghadirkan kontribusi substantif dalam kerja pemerintahan dan penanganan krisis, maka sebaiknya tidak terlalu sering tampil di ruang publik.

“Lebih baik diam sepenuhnya,” tegas Akbar menutup pernyataannya.