JurnalPatroliNews – Jakarta – Direktorat Litbang Bakamla RI menggelar rapat khusus membahas penerapan Social Return on Investment (SROI) dalam kajian bertajuk “Potensi Pendapatan Negara dari Keberadaan Bakamla RI dengan Tolok Ukur IKLN”. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (17/9/2025).
Rapat dipimpin oleh Direktur Litbang Kamla, Laksamana Pertama Bakamla Arif Agus Suharto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran Bakamla RI bukan hanya sebatas menjaga keamanan laut, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial yang dapat diukur.
“Keamanan maritim adalah fondasi penting bagi pertumbuhan sektor maritim nasional. Meskipun Bakamla RI bukan lembaga pengelola pajak atau PNBP, aktivitas patroli laut kami terbukti memberi kontribusi nyata yang bisa dianalisis melalui pendekatan SROI,” kata Arif.
Sementara itu, Kolonel Bakamla Tuti Ida Halida memaparkan bahwa SROI digunakan untuk menghitung dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam bentuk nilai ekonomi. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa anggaran patroli laut yang digelontorkan negara menghasilkan manfaat ganda, seperti peningkatan PNBP perikanan tangkap, naiknya produktivitas nelayan, hingga mendorong ekspor hasil laut.
“Setiap rupiah investasi negara di bidang keamanan laut memberi manfaat berlapis, tidak hanya bagi masyarakat pesisir, tetapi juga untuk ekonomi nasional,” jelas Tuti.
Rapat diikuti oleh puluhan perwakilan unit kerja Bakamla RI. Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai masukan terkait penyelarasan data agar analisis SROI lebih komprehensif.
Ke depan, hasil kajian ini diharapkan menjadi landasan strategis Bakamla RI dalam menunjukkan urgensi investasi di sektor keamanan laut, sekaligus memperkuat kerja sama antar-kementerian, lembaga, dan mitra internasional demi mewujudkan maritim Indonesia yang aman dan berdaya saing.














