JurnalPatroliNews – Jakarta -Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, melaksanakan kunjungan resmi ke Kantor Gubernur Kalimantan Utara di Tanjung Selor, Jumat (27/2/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang.
Pertemuan strategis ini difokuskan pada sosialisasi dan pemaparan mengenai pembangunan National Maritime Security System (NMSS) serta rencana implementasi teknologi Over The Horizon Radar (OTHR) di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan utara Kalimantan.
Dalam paparannya, Laksamana Pertama Teguh Prasetya menjelaskan bahwa Bakamla RI saat ini tengah mengakselerasi pembangunan NMSS sebagai sistem pengawasan maritim yang terintegrasi berbasis teknologi canggih.
Sistem ini dirancang untuk memantau aktivitas di laut secara real-time di seluruh perairan nasional guna memastikan respons cepat terhadap dinamika di lapangan.
Salah satu komponen kunci dari NMSS adalah penggunaan Over The Horizon Radar (OTHR). Teknologi radar jarak jauh ini memiliki kemampuan unik untuk mendeteksi objek di luar cakrawala visual hingga jangkauan ratusan bahkan ribuan kilometer.
Keberadaan radar ini dinilai sangat krusial dalam memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman kedaulatan maupun gangguan keamanan di laut.
Menurut Teguh, penguatan sistem pengawasan digital ini sangat penting untuk mencegah berbagai tindak pidana di laut, seperti penangkapan ikan secara ilegal, penyelundupan barang terlarang, hingga pelanggaran batas wilayah laut.
Mengingat Kalimantan Utara berbatasan langsung dengan negara tetangga, wilayah ini memiliki nilai geopolitik yang sangat strategis dalam implementasi sistem tersebut.
Gubernur Zainal A. Paliwang menyambut positif langkah proaktif Bakamla RI dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan keamanan laut nasional di wilayahnya.
Sinergi antara pemerintah pusat melalui Bakamla dengan pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan serta kedaulatan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia secara berkelanjutan.














