JurnalPatroliNews – Timika – Kodim 1710/Mimika menerima kunjungan resmi Tim Pengumpulan, Penyusunan, dan Penyajian (Pulsaji) Data Satuan Kewilayahan (Satkowil) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) TA 2026.
Kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan validitas data teritorial ini dilaksanakan di Ruang Rekreasi Makodim 1710/Mimika, Kabupaten Mimika, Selasa (24/2/2026).
Tim Pusterad dipimpin langsung oleh Kolonel Inf Tumpal Mangasa Tanjung, S.Sos., selaku Ketua Tim Pulsaji Data Satkowil TA 2026, dengan didampingi oleh Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P.
Forum ini diikuti oleh jajaran Perwira Staf, para Danramil, serta Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di lapangan.
Dasar Perencanaan dan Evaluasi Binter Dandim 1710/Mimika dalam sambutannya menekankan pentingnya akurasi dalam penghimpunan dan pemutakhiran data teritorial.
Menurutnya, data yang valid mengenai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) serta sarana dan prasarana merupakan fondasi dalam menyusun perencanaan tugas Pembinaan Teritorial (Binter).
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas penyusunan data secara akurat. Data tersebut sangat krusial sebagai dasar perencanaan dan evaluasi tugas Binter di wilayah Mimika,” ujar Letkol Inf Redi Dwi Yuda.
Evaluasi untuk Optimalisasi Wilayah Ketua Tim Pulsaji, Kolonel Inf Tumpal Mangasa Tanjung, memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Kodim 1710/Mimika dalam melaksanakan fungsi teritorial. Meski demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi berkala tetap diperlukan agar Binter berjalan lebih tepat sasaran.
“Kegiatan Pulsaji Data ini penting untuk mengukur sejauh mana mekanisme pengelolaan dan penyajian data telah dilaksanakan.
Kami ingin memastikan data yang tersaji adalah data terkini guna mendukung tugas pokok TNI AD secara maksimal,” tegas Kolonel Tumpal.
Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Kodim 1710/Mimika diharapkan dapat membenahi aspek-aspek administrasi teritorial sehingga tercipta sinkronisasi data yang kuat antara satuan bawah dengan pusat, demi efektivitas pembinaan wilayah yang berkelanjutan.














