JurnalPatroliNews | OKU — Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak boleh berhenti pada tugas pertahanan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, prajurit TNI AD harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi ketika rakyat menghadapi kesulitan.
Pesan tersebut disampaikan Maruli saat meninjau Jembatan Gantung Garuda yang dibangun melalui kolaborasi TNI AD dan masyarakat di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026).
“TNI harus menjadi solusi, harus hadir di tengah kesulitan rakyat, dan harus menjadi garda terdepan dalam membantu menyejahterakan masyarakat,” tegas Maruli.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat. Infrastruktur tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu pemerintah membuka akses masyarakat di wilayah yang membutuhkan sarana penghubung.
Jembatan itu diharapkan memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan hingga kegiatan ekonomi.
Maruli mengapresiasi hasil pembangunan yang dinilainya cukup rapi dan kokoh. Ia juga menyoroti keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan yang menunjukkan kuatnya semangat gotong royong.
“Kami sudah melihat langsung hasil karya TNI AD bersama rakyat dalam membangun Jembatan Gantung Garuda. Jembatan ini adalah bukti nyata bahwa TNI hadir dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya,” ujar Maruli.
Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan jembatan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa fasilitas tersebut memang dibutuhkan warga.
“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa fasilitas ini memang sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat langsung. Jembatan ini merupakan akses vital yang telah lama dinantikan warga Desa Pusar dan sekitarnya,” imbuhnya.
Ribuan Infrastruktur Dibangun TNI
Dalam kunjungan tersebut, Maruli juga menyampaikan gambaran mengenai pembangunan infrastruktur yang dilakukan TNI dalam kurun waktu setahun terakhir.
Menurutnya, TNI telah membangun sekitar 5.000 jembatan gantung dan 5.000 sumur bor di berbagai wilayah.
Selain jembatan gantung, pembangunan infrastruktur juga mencakup jembatan beton, jembatan Bailey dan jembatan Armco.
“Dalam kurun waktu satu tahun, TNI telah membangun sekitar 5.000 jembatan gantung dan 5.000 sumur bor di berbagai wilayah. Selain jembatan gantung, kita juga mengerjakan jembatan beton, jembatan Bailey, dan jembatan Armco,” ungkapnya.
Bagi TNI AD, pembangunan infrastruktur di wilayah masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Namun, manfaat akhirnya tetap harus diukur dari sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar membantu aktivitas masyarakat.
Kasad Serahkan 1.000 Boks Sembako
Selain melihat kondisi jembatan, Kasad juga menyerahkan 1.000 boks sembako kepada masyarakat Desa Pusar dan wilayah sekitarnya.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam kunjungan Kasad sekaligus bentuk kepedulian TNI AD terhadap kondisi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Maruli juga mengingatkan warga agar bersama-sama merawat Jembatan Gantung Garuda. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan memberikan manfaat jangka panjang tanpa adanya kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan jembatan secara baik dan segera berkoordinasi dengan aparat TNI maupun pihak terkait apabila ditemukan kerusakan atau persoalan yang dapat mengganggu keamanan pengguna.
Kepada prajurit TNI AD di wilayah Kodam II/Sriwijaya, Maruli berpesan agar semangat pengabdian tidak berhenti setelah pembangunan selesai.
Prajurit diminta terus membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata melalui kerja-kerja yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.
Jembatan Gantung Garuda di Desa Pusar pun menjadi gambaran bagaimana sebuah infrastruktur sederhana dapat memiliki arti besar bagi masyarakat. Ketika akses terbuka, mobilitas menjadi lebih mudah dan berbagai aktivitas warga memiliki peluang untuk berkembang.
Bagi TNI AD, pekerjaan tersebut bukan hanya tentang membangun jembatan, tetapi juga memastikan kehadiran prajurit benar-benar dirasakan masyarakat sebagai kekuatan yang hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat.













Komentar