JurnalPatroliNews – Jakarta – Â Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Koarmada I memperkuat operasi terpadu dalam upaya menekan peredaran narkotika, aksi begal, dan tawuran di wilayah Belawan, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perbantuan penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) atas permintaan Pemerintah Kota Medan.
Operasi tersebut digelar sebagai respons atas kondisi keamanan di Belawan yang dinilai menunjukkan keterkaitan erat antara maraknya peredaran narkotika dengan meningkatnya aksi kriminalitas terorganisir di wilayah tersebut.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Medan, TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional, aparat gabungan telah melaksanakan rapat koordinasi serta operasi dan patroli bersama di sejumlah titik rawan.
Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan, penindakan, serta pemutusan jaringan peredaran narkotika yang diduga menjadi pemicu utama berbagai tindak kejahatan di kawasan Belawan.
Dari hasil operasi yang dilakukan, aparat gabungan berhasil mengungkap sejumlah lokasi yang dijadikan sebagai safe house narkotika serta membongkar tempat-tempat transaksi ilegal.
Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah pelaku beserta barang bukti berupa narkotika, senjata tajam, senjata rakitan, dan perlengkapan lainnya yang diduga digunakan untuk aktivitas kriminal.
Tak hanya menyasar jaringan narkoba, operasi terpadu tersebut juga berhasil mengamankan sejumlah pelaku kejahatan jalanan seperti begal, pungutan liar, hingga pelaku tawuran yang selama ini meresahkan masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan pelaku telah diamankan sepanjang Maret hingga April 2026. Jenis pelanggaran yang terungkap pun beragam, mulai dari penyalahgunaan narkotika, pembegalan, pencurian, hingga praktik pungutan liar.
Seluruh identitas pelaku sengaja disamarkan demi kepentingan proses hukum lanjutan serta perlindungan data pribadi.
Keberhasilan operasi ini disebut memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan di tengah masyarakat. Intensitas aksi kriminalitas dilaporkan menurun, sementara rasa aman warga mulai meningkat.
Selain itu, kepercayaan publik terhadap aparat keamanan juga dinilai semakin kuat, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap tindak kejahatan.
Langkah tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali, untuk meningkatkan peran aktif TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung penegakan hukum nasional.
TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam menjaga keamanan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, demi menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga.













