JurnalPatroliNews – Jakarta – Maskapai nasional Garuda Indonesia tengah menyusun strategi besar dalam penguatan armadanya untuk lima tahun ke depan. Rencana tersebut mencakup akuisisi sekitar 120 pesawat baru, dengan mempertimbangkan dua raksasa industri penerbangan global: Boeing dari Amerika Serikat dan Airbus dari Eropa.
Menurut keterangan dari VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pendekatan aktif dengan Airbus guna membahas kemungkinan pembelian pesawat dari perusahaan asal Prancis tersebut.
“Presiden sudah menyampaikan bahwa diskusi dengan Airbus masih terus berlangsung sejak kepulangan beliau ke Indonesia kemarin,” jelas Cahyadi pada Kamis, 17 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jaringan penerbangan dan memperkuat daya saing di tingkat domestik maupun global.
“Garuda menargetkan total armada menjadi sekitar 120 unit, dengan cakupan layanan hingga 100 rute penerbangan dalam lima tahun ke depan,” paparnya.
Lebih lanjut, Cahyadi juga mengapresiasi hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghasilkan rencana pembelian 50 pesawat Boeing. Kesepakatan ini juga berkaitan dengan penyesuaian tarif impor timbal balik, dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.
“Ini merupakan kabar menggembirakan bagi kami di Garuda Indonesia, karena dapat memperkuat kerja sama strategis dengan pihak AS,” tambahnya.
Saat ini, Garuda bersama Boeing juga tengah memfinalisasi berbagai aspek teknis dalam pembelian armada, termasuk pemilihan tipe pesawat, jadwal pengiriman, hingga kesesuaian dengan profil pasar yang dilayani Garuda.
“Ketersediaan dan jenis pesawat nantinya sangat bergantung pada kesiapan pabrikan dalam menyediakan armada yang sesuai kebutuhan operasional kami,” tutup Cahyadi.













