JurnalPatroliNews – Jakarta – Langkah Presiden Prabowo Subianto menjalin kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat membuka peluang baru bagi maskapai nasional Garuda Indonesia untuk memperluas armadanya.
Garuda kini tengah menjajaki pembelian sekitar 50 unit pesawat jet dari produsen pesawat AS, Boeing, sebagai bagian dari rencana jangka panjang mereka.
Kesepakatan ini muncul bersamaan dengan penurunan tarif resiprokal antara kedua negara, dari semula 32 persen menjadi 19 persen, hasil pertemuan bilateral antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, menyambut positif arah kerja sama kedua negara. Menurutnya, hal ini menjadi momentum tepat untuk mendukung rencana ekspansi armada dan penguatan rute penerbangan Garuda di masa mendatang.
“Kesepakatan ini sejalan dengan visi Garuda untuk memperluas jaringan hingga 100 rute serta meningkatkan jumlah armada menjadi 120 unit dalam lima tahun ke depan,” ungkap Cahyadi kepada media, Kamis, 17 April 2025.
Ia menuturkan, komunikasi antara Garuda dan Boeing sebenarnya sudah berlangsung sebelumnya, namun pertemuan kepala negara mempercepat intensitas diskusi yang lebih teknis.
“Sekarang kami tengah mendalami spesifikasi armada yang dibutuhkan, termasuk jenis pesawat, jadwal pengiriman, dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar Garuda,” ujarnya.
Meski demikian, Cahyadi menyebut bahwa pihaknya belum bisa mengungkapkan jenis pesawat maupun waktu pembelian secara pasti karena masih menyesuaikan dengan kapasitas produksi Boeing.
“Semua tergantung kesiapan pabrikan. Kami menyesuaikan dengan jadwal dan kemampuan pasokan dari pihak Boeing,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembelian pesawat dari Boeing adalah langkah strategis untuk memperkuat identitas Garuda sebagai maskapai kebanggaan nasional.
“Garuda adalah simbol negara. Ia lahir di tengah perjuangan kemerdekaan. Kita perlu menjadikannya kuat kembali,” tegas Prabowo dalam pernyataannya, Rabu, 16 Juli 2025.
Ia menambahkan, penambahan armada baru sangat dibutuhkan demi mendorong daya saing Garuda di pasar internasional.
“Saya ingin membesarkan Garuda. Dan untuk itu, pesawat-pesawat baru adalah keharusan,” kata Prabowo.
Ia juga menyebutkan bahwa pembelian pesawat Boeing ini bukan hanya sekadar kebijakan simbolik, melainkan transaksi yang menguntungkan secara bisnis bagi kedua belah pihak.
“Bagi saya ini wajar. Kita butuh pesawat, mereka siap jual. Dan Boeing pun punya kualitas yang mumpuni,” tutupnya.













