Diduga, Proyek Chromebook di Kemendikbudristek Terkait Kesepakatan Jokowi-Nadiem Sebelum Jadi Menteri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Proyek pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diduga sudah dirancang jauh sebelum Nadiem Makarim dilantik sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dugaan ini disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, yang menilai bahwa kesepakatan antara Jokowi dan Nadiem bisa jadi sudah terjadi lebih dulu.

“Melihat rangkaian peristiwanya, sangat mungkin sudah ada kesepakatan antara Jokowi dengan Nadiem. Pola kerja tim yang dibentuk juga terkesan diarahkan langsung oleh Jokowi,” kata Muslim kepada wartawan, Kamis, 17 Juli 2025.

Ia bahkan menduga proyek ini menjadi alasan kuat di balik penunjukan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan, meskipun saat itu Nadiem tak memiliki latar belakang politik ataupun pengalaman di bidang pendidikan.

Kejaksaan Agung sebelumnya mengungkap bahwa skema pengadaan yang kini berujung dugaan korupsi senilai Rp1,9 triliun itu memang telah dirancang sebelum Nadiem resmi menjabat. Salah satu buktinya, Nadiem disebut sudah membentuk grup WhatsApp bernama “Mas Menteri Core Team” untuk membahas program digitalisasi di Kemendikbudristek sebelum pelantikannya.

Setelah resmi menjadi menteri, Nadiem melanjutkan pembahasan pengadaan alat teknologi informasi dan komunikasi, termasuk bertemu dengan pihak Google. Dalam prosesnya, Nadiem disebut memaksakan penggunaan sistem operasi Chromebook, meski hasil kajian internal menunjukkan opsi tersebut kurang efektif.

Pada awal penunjukannya sebagai menteri, banyak pihak mempertanyakan alasan Jokowi memilih Nadiem yang tidak berafiliasi dengan partai politik dan tanpa latar belakang pendidikan.

Menurut Muslim, Nadiem sulit untuk mengelak dari keterlibatan dalam kasus pengadaan Chromebook ini. Ia juga mendesak Kejagung untuk memeriksa Jokowi terkait dugaan keterlibatan dalam proyek tersebut.

“Kejaksaan harus memanggil Jokowi. Jika dalam kasus ijazah palsu saja beliau bisa hadir ke kepolisian, tentu dalam kasus besar seperti ini seharusnya beliau juga bisa hadir,” tegas Muslim.