Museum Jadi Kunci Diplomasi Budaya, Indonesia dan Thailand Pererat Hubungan Lewat Seni

JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, menegaskan bahwa museum memiliki peran strategis dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Giring saat menerima kunjungan Wakil Menteri Kebudayaan Kerajaan Thailand, Ploy Tanikul, di Museum Nasional Indonesia.

“Budaya adalah kekuatan lunak atau soft power yang mampu memperkuat diplomasi sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Museum adalah salah satu sarana untuk menjalankan fungsi ini,” ujar Giring, Sabtu di Jakarta.

Kehadiran delegasi Thailand disebut Giring sebagai cerminan hubungan erat antara Indonesia dan Thailand yang sudah terjalin lebih dari tujuh dekade.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan Wakil Menteri Kebudayaan Thailand beserta rombongan di Museum Nasional. Ini menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand yang memperlihatkan kedekatan melalui jalur budaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenbud Thailand, Ploy Tanikul, mengatakan bahwa Indonesia dan Thailand sama-sama memiliki akar budaya yang saling beririsan sebagai sesama negara Asia Tenggara. Menurutnya, kesamaan tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun saling pengertian, memperkuat koneksi antarbangsa, dan mempererat persahabatan.

“Sejak dulu, budaya telah menjadi jembatan bagi kedua bangsa untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kerja sama,” kata Ploy.

Menanggapi hal itu, Giring menambahkan bahwa Indonesia dan Thailand sama-sama menempatkan budaya sebagai bagian esensial dari identitas nasional. Kedua negara bahkan memiliki kementerian yang khusus menangani urusan kebudayaan, sebagai bentuk komitmen mereka terhadap pelestarian budaya.

“Saya berharap kolaborasi budaya ini bisa terus diperkuat melalui berbagai kegiatan bersama di masa mendatang,” imbuh Giring.

Selama kunjungannya, Ploy Tanikul berkeliling menyaksikan berbagai pameran di Museum Nasional, mulai dari Paras Nusantara, Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan, Melawan Tanpa Gentar, hingga pameran tentang 130 tahun penemuan Pithecanthropus Erectus. Ia juga melihat berbagai koleksi arca dari masa pra-Islam serta pameran peradaban Islam di Indonesia.

Ploy datang bersama tim penari dari Departemen Seni Rupa Thailand yang sebelumnya tampil dalam acara Thai-Indonesian Joint Cultural Performances, bagian dari rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Jika melihat ke belakang, hubungan antara Thailand dan Indonesia sudah berlangsung jauh sebelum hubungan diplomatik resmi. Sejak abad ke-7 hingga ke-14, kedua wilayah sudah menjalin interaksi melalui perdagangan dan hubungan kerajaan dengan Sriwijaya dan Majapahit.

Bahkan pada tahun 1871, Raja Chulalongkorn dari Siam (kini Thailand) sempat berkunjung ke Hindia Belanda. Dalam kunjungan tersebut, Raja Rama V menyumbangkan patung Gajah berbahan perunggu sebagai simbol persahabatan antara kedua bangsa. Patung tersebut kini berdiri di halaman depan Museum Nasional Indonesia dan menjadi ikon yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Thailand hingga saat ini.