JurnalPatroliNews – Jakarta – Puluhan nyawa melayang dalam insiden tragis yang terjadi saat ribuan warga Palestina berdesakan -mengakses bantuan kemanusiaan di Khan Younis, Gaza Selatan, Rabu lalu.
Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel, melaporkan bahwa kericuhan yang terjadi di lokasi distribusi bantuan itu menyebabkan 20 korban jiwa—19 karena terinjak-injak, dan satu lainnya akibat luka tikam.
GHF menuduh adanya keterlibatan elemen bersenjata yang berafiliasi dengan Hamas yang memicu kekacauan di tengah kerumunan.
“Kami memiliki alasan kuat untuk meyakini bahwa kerusuhan ini dipicu secara sengaja oleh aktor-aktor yang memiliki kaitan dengan Hamas,” kata pernyataan resmi lembaga tersebut, dikutip Reuters, Jumat (19/7/2025).
Namun tudingan itu ditolak keras oleh pihak Hamas. Kelompok tersebut menyatakan bahwa yang terjadi adalah penggunaan kekuatan berlebihan oleh petugas keamanan GHF dan tentara Israel, termasuk penyemprotan gas merica dan tembakan ke arah warga sipil.
Pernyataan itu langsung dibantah oleh GHF yang menegaskan tidak ada tembakan atau gas air mata yang digunakan, dan bahwa penyemprotan merica hanya dilakukan terbatas untuk mencegah lebih banyak korban jatuh.














