Kopdes Merah Putih Resmi Berjalan, KPK dan Kejagung Ikut Kawal Pengelolaannya

JurnalPatroliNews – Jakarta – Peresmian program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) oleh Presiden Prabowo Subianto di Klaten, Jawa Tengah, menandai dimulainya babak baru pemberdayaan ekonomi berbasis desa.

Program ini mendapat perhatian khusus, tak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor yang membuat proses pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia rampung. Ia menyebut, program kini telah memasuki fase kedua: operasionalisasi koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Formasinya sudah lengkap di seluruh wilayah. Sekarang waktunya koperasi ini dijalankan, bukan sekadar dibentuk,” ujar Budi Arie saat mendampingi Presiden.

Ia menegaskan bahwa koperasi ini akan berperan strategis sebagai penggerak ekonomi lokal: menjadi pusat distribusi barang kebutuhan pokok, mendukung produktivitas petani dan nelayan, serta memangkas jalur distribusi yang selama ini menguntungkan segelintir pihak.

“Pak Presiden tadi mengingatkan, jangan sampai terulang lagi praktik ketua koperasi yang lebih dulu mengambil untung. Di era Kopdes Merah Putih, rakyatlah yang harus didahulukan,” tegasnya.

Untuk mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana dan aset koperasi, Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng KPK, Kejaksaan Agung, serta aparat penegak hukum lainnya. Langkah ini diambil guna memastikan integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan koperasi skala nasional ini.

Menurut Budi, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi pilar penting dalam membangun sistem pengawasan yang efektif. Kopdes Merah Putih diarahkan agar transparan dan berbasis sistem digital dalam seluruh aktivitas usahanya.

Pemerintah menargetkan bahwa dalam kurun 3 hingga 4 tahun ke depan, koperasi ini akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi desa dan menciptakan jaringan usaha rakyat yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin program ini hanya berjalan di awal. Kesuksesannya bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjalankan sekaligus mengawasi Kopdes Merah Putih,” tutup Budi Arie.