JurnalPatroliNews – Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), Presiden Prabowo Subianto menyoroti eskalasi konflik di berbagai belahan dunia, termasuk di kawasan ASEAN. Ia secara khusus menyinggung konflik di Myanmar yang menurutnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir secara damai, meskipun Indonesia akan terus mendukung upaya ASEAN dalam mencari solusi damai.
Prabowo juga menggarisbawahi kompleksitas situasi geopolitik dan geoekonomi global saat ini. Ia mencontohkan konflik di Ukraina dan Timur Tengah yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa, serta ketegangan antara negara-negara adidaya.
Menghadapi tantangan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan berpangku tangan. Ia mengapresiasi kinerja tim ekonomi di kabinetnya yang dinilai telah bekerja dengan baik, dengan mengambil langkah-langkah strategis tanpa terpancing emosi. Menurutnya, tugas utama pemerintah adalah melindungi rakyat Indonesia dengan bernegosiasi dan berunding.
Prabowo juga menjelaskan bahwa strategi transformasi nasional yang ia canangkan didasarkan pada prinsip realisme. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. “Tidak ada negara yang merdeka berdaulat tanpa dia bisa produksi makanannya sendiri,” pungkasnya, menegaskan bahwa produksi pangan adalah hal yang strategis bagi Indonesia.













