JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik perwira tinggi berbintang empat untuk mengisi posisi Wakil Panglima TNI dalam upacara resmi di markas pelatihan elit Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025. Penunjukan ini menjadi momen bersejarah, mengingat kursi Wakil Panglima TNI terakhir kali terisi lebih dari dua dekade lalu.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, membenarkan rencana pelantikan tersebut meski belum mengungkapkan sosok yang akan dilantik. “Iya, memang diagendakan. Kami masih menunggu info resminya,” ujar Kristomei saat dikonfirmasi, Kamis (7/8).
Pemilihan figur pendamping Panglima TNI diyakini akan mempertimbangkan aspek representasi antar matra. Pengamat militer Al Araf menilai, meskipun tak tertulis dalam aturan, penempatan wakil biasanya berasal dari matra yang berbeda dengan panglima. “Umumnya menjaga keseimbangan antar matra,” katanya.
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI, jabatan Wakil Panglima hanya bisa diisi oleh jenderal bintang empat. Saat ini, tiga kepala staf matra menjadi kandidat potensial yang digadang-gadang mengisi posisi tersebut. Siapa saja mereka?
Jenderal Maruli Simanjuntak menjadi nama yang menonjol dari Angkatan Darat. Lulusan Akmil 1992 ini meniti karier dari satuan elite infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra. Putra menantu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan itu mulai mengisi jabatan penting sejak awal 2000-an, termasuk menjadi Komandan Grup A Paspampres, Danrem Surakarta, hingga Pangkostrad.
Kariernya meroket cepat. Ia dilantik menjadi KSAD pada usia 53 tahun oleh Presiden Jokowi, menjadikannya salah satu kepala staf termuda dalam sejarah TNI AD.
Dari matra laut, Laksamana Muhammad Ali yang kini menjabat KSAL, juga punya peluang besar. Ia dipercaya memimpin Angkatan Laut sejak Desember 2022, menggantikan Yudo Margono. Sebelumnya, Ali sempat menjabat sebagai Pangkogabwilhan I dan pernah mengemban sejumlah posisi strategis, seperti Pangkoarmada I serta Gubernur AAL.
Ali juga dikenal luas setelah menerima penghargaan adat dari Kesultanan Bentan pada 2022, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya menjaga wilayah maritim Indonesia, khususnya di perairan Riau.
Sementara dari Angkatan Udara, Marsekal Mohamad Tonny Harjono menjadi kandidat kuat lainnya. Lulusan AAU 1993 ini memiliki rekam jejak sebagai penerbang tempur F-16, Sukhoi, hingga KT-1 Wongbee. Pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi pada periode awal pemerintahannya, Tonny kemudian menempati sederet jabatan penting seperti Danlanud Halim, Dankodiklatau, dan Pangkogabwilhan II.
Dengan latar belakang lengkap dan pengalaman lintas matra, ketiga kepala staf ini dinilai layak menempati posisi Wakil Panglima TNI. Siapa pun yang dipilih, pelantikannya akan menandai kebangkitan kembali jabatan strategis yang selama 25 tahun tak terisi di jajaran TNI.
Presiden Prabowo disebut akan memanfaatkan momen pelantikan ini sebagai penguatan soliditas militer, di tengah transformasi pertahanan yang terus digenjot pemerintahannya.














