JurnalPatroliNews – Jakarta – Thailand bersiap menentukan pemimpin baru melalui pemungutan suara parlemen pada Jumat (5/9) pukul 10.00 waktu setempat. Langkah ini diambil setelah upaya Partai Pheu Thai untuk membubarkan parlemen kandas akibat penolakan pihak kerajaan.
Kekosongan kepemimpinan terjadi sejak Mahkamah Konstitusi pekan lalu mencopot Paetongtarn Shinawatra dari jabatan perdana menteri karena melanggar etika. Sejak itu, pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri sementara, Phumtham Wechayachai.
Phumtham mengungkapkan melalui unggahan di Facebook bahwa istana menolak rancangan dekrit pembubaran parlemen yang diajukan Pheu Thai. Menurutnya, ada perdebatan hukum mengenai wewenang seorang PM sementara untuk mengambil langkah sebesar itu.
“Dewan Penasihat Kerajaan menyampaikan kepada saya bahwa penyerahan dekrit tidak tepat dilakukan saat ini,” jelas Phumtham, dikutip dari AFP, Kamis (4/9).
Dengan pintu pembubaran parlemen tertutup, pemilihan langsung di parlemen kini menjadi jalan keluar. Nama yang paling dijagokan adalah Anutin Charnvirakul (58), ketua Partai Bhumjaithai sekaligus mantan wakil perdana menteri.
Anutin dikenal luas setelah pada 2022 mendorong legalisasi ganja untuk kebutuhan medis. Kini, ia mengantongi dukungan penting dari Partai Rakyat yang menguasai 143 kursi. Namun, partai terbesar di parlemen itu menegaskan tidak akan bergabung dalam kabinet Anutin.
“Kami mendukung voting demi stabilitas politik, tetapi kabinet berikutnya harus segera membubarkan parlemen agar pemilu baru bisa digelar dalam empat bulan ke depan,” kata juru bicara Partai Rakyat, dikutip Reuters.
Pheu Thai, yang selama lebih dari 20 tahun menjadi pemain dominan di politik Thailand, kini berada di bawah tekanan besar. Pemecatan Paetongtarn memperdalam krisis politik yang menimpa keluarga Shinawatra, setelah serangkaian masalah hukum menjerat mereka dalam beberapa dekade terakhir.
Dengan posisinya sebagai partai terbesar ketiga, serta dukungan dari sejumlah sekutu, Bhumjaithai dan Anutin diyakini mampu mengamankan mayoritas suara dalam voting besok.














