Reformasi Polri Dinilai Penting untuk Kawal Program Strategis Presiden Prabowo

JurnalPatroliNews – Jakarta – Reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan agar lembaga ini benar-benar menjadi aparatur negara yang berpijak pada ideologi, sejalan dengan gagasan Jurgen Habermas, guna memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, dalam acara Dialog Publik: Memperkuat Posisi Humas Polri dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah untuk Terwujudnya Kamtibmas Kondusif, yang digelar oleh Humas Mabes Polri di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2025).

Menurut Syahganda, dibandingkan dengan era kepemimpinan sebelumnya yang lebih pragmatis, Prabowo hadir sebagai sosok presiden dengan orientasi ideologis yang kuat. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan secara masif sebagai solusi jangka panjang terhadap masalah stunting dan kekurangan gizi pada anak usia sekolah.

“Jika dulu program pemerintah bersifat normatif, sekarang hampir seluruh perhatian diarahkan untuk memastikan keberhasilan program makan bergizi ini,” ujarnya.

Syahganda juga menekankan bahwa era kepemimpinan Prabowo membawa pendekatan yang lebih keras dalam pemberantasan korupsi, berbeda dengan rezim sebelumnya yang cenderung lebih permisif.

“Kebijakan Presiden Prabowo dalam soal antikorupsi bahkan bisa dikatakan mengguncang republik,” tegasnya.