Pendapatan Negara Anjlok 7,2% hingga September 2025, Menkeu Sebut Dampak Harga Komoditas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa pendapatan negara hingga 30 September 2025 tercatat Rp1.863,3 triliun atau 65,0% dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Capaian tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2.008,6 triliun. Dengan demikian, pendapatan negara mengalami kontraksi sebesar 7,2% secara tahunan (year on year/yoy).

Purbaya memaparkan, penerimaan perpajakan hingga akhir September 2025 mencapai Rp1.516,6 triliun atau terkontraksi 2,9%. Dari angka tersebut, penerimaan pajak tercatat Rp1.295,3 triliun atau terkontraksi 4,4%. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai justru tumbuh 7,1% menjadi Rp221,3 triliun.

Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berkontribusi Rp344,9 triliun terhadap total pendapatan negara.

“Tekanan ini terutama bersumber dari penurunan harga komoditas global yang memengaruhi penerimaan perpajakan, khususnya di sektor migas dan tambang,” jelas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Ia menambahkan, penurunan harga batu bara dan kelapa sawit membuat penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) badan serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri tertahan. Kendati demikian, sektor manufaktur dan jasa masih memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan negara.