JurnalPatroliNews – Tapanuli Tengah, — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, tak kuasa menahan haru saat menerima sepucuk surat dari seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Surat itu ditulis oleh Erin Rahayu Pasaribu, siswi kelas V yang dengan tulus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian mengharukan itu berlangsung ketika Cak Imin melakukan kunjungan kerja ke Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sibolga, Selasa (21/10/2025). Di hadapan Cak Imin, Erin membacakan suratnya dengan suara bergetar namun penuh semangat.
“Terima kasih Pak Prabowo atas makanan bergizi gratis. Sejak ada MBG, saya jadi sering makan buah, minum susu, dan makanannya selalu enak serta sehat. Dulu saya jarang minum Yakult, sekarang sudah sering. Semoga Bapak selalu diberi rezeki dan kesehatan,” ucap Erin yang membuat suasana ruangan hening sejenak.
Cak Imin tampak tersentuh mendengar cerita Erin. Ia kemudian menanyakan pengalaman Erin selama mengikuti program MBG, termasuk jadwal makan dan kualitas makanan yang disajikan di sekolah. Dengan polos, Erin menjawab, “Kami makan jam sepuluh, Pak. Semua murid di kelas saya dapat bagian, tidak ada yang basi. Makanannya enak dan bergizi. Terima kasih, Pak Prabowo!”
Dalam kunjungannya, Cak Imin meninjau langsung proses standarisasi produksi dan distribusi makanan bergizi di SPPG Sibolga yang berlokasi di Jalan Zainul Basri Hutagalung, Aek Tolang. Ia menegaskan pentingnya menjaga mutu dan ketepatan waktu dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah.
“Jika standar produksi dan distribusi dijaga dengan baik, maka hasilnya juga akan berkualitas. Program MBG ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Cak Imin menilai, program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto memiliki dampak besar bagi peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di seluruh Indonesia. Namun demikian, ia mengingatkan perlunya pengawasan ketat agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kalau ada masalah di lapangan, biasanya karena penyelewengan. Ini yang harus dikontrol. Kepala SPPG harus tegas, disiplin, dan bertanggung jawab. Kepercayaan yang sudah diberikan negara harus dijaga, dan mutu pelayanan harus menjadi prioritas utama,” tegas Cak Imin.














