AHY: Pemerintahan Prabowo-Gibran Prioritaskan Pemerataan dan Konektivitas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Memasuki satu tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, arah pembangunan infrastruktur nasional menunjukkan perubahan signifikan. Fokus kini diarahkan pada pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa pemerintah menitikberatkan pembangunan pada infrastruktur sosial, seperti sekolah, perumahan, serta konektivitas antarwilayah.

“Kualitas kehidupan masyarakat harus terus ditingkatkan. Inilah peran infrastruktur bukan hanya membangun fisik, tetapi memastikan hidup masyarakat lebih layak dan nyaman,” ujar AHY dalam Media Briefing Pencapaian Satu Tahun Kemenko Infrastruktur, Selasa (21/10/2025).

Di sektor pendidikan, pemerintah telah menghadirkan 165 Sekolah Rakyat yang menampung hampir 16.000 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas dengan dukungan 264 dapur MBG yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam sektor perumahan, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menargetkan pembangunan 350.000 unit rumah dengan bunga tetap 5% dan tenor hingga 20 tahun. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga menargetkan perbaikan 45.000 rumah tidak layak huni, ditambah insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk 177.000 unit rumah.

“Rumahnya ada, tetapi prasarana dan utilitas umumnya belum lengkap. Karena itu, kami terus benahi sarana agar kehidupan di permukiman menjadi lebih nyaman,” jelas AHY.

Pemerintah juga memperkuat konektivitas dengan mendorong percepatan proyek Inpres Jalan Daerah, penyelesaian tol Trans Sumatra, serta rehabilitasi pelabuhan dan jalur kereta logistik.

Menjelang libur akhir tahun, pemerintah berupaya menurunkan harga tiket transportasi domestik hingga 14% guna menjaga keterjangkauan mobilitas masyarakat.

“Kita ingin konektivitas makin kuat, biaya logistik turun, dan ekonomi daerah tumbuh lebih merata,” tambah AHY.

Ke depan, menurut AHY, arah pembangunan akan terus menekankan pemerataan ekonomi, efisiensi logistik, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.