Heboh! Wacana Pembatasan PUBG Tuai Pro dan Kontra di Jakarta

JurnalPatroliNews – Jakarta – Rencana pemerintah untuk membatasi game online seperti PUBG pasca insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang karena game online memiliki sisi positif dan negatif.

Vanya, seorang mahasiswi, mengatakan bahwa game online tidak selalu berdampak buruk dan justru bisa menjadi sarana hiburan.
“Sisi positifnya, game online bisa jadi hiburan. Namun sisi negatifnya, kalau terlalu mendalami, bisa terbawa ke dunia nyata,” ujarnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Selatan.

Vanya menilai pembatasan game seperti PUBG bisa dilakukan dengan cara menaikkan batasan usia pemain.
“Menurut saya, bisa dibatasi dari umur. Misalnya mulai dari 20 tahun ke atas,” tambahnya.

Senada, warga lainnya bernama Tobi menilai bahwa wacana pembatasan game online sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.

Ia menekankan pentingnya kesadaran masing-masing individu saat bermain.
“Ada yang main cuma buat hiburan, ada juga yang terlalu serius. Semua tergantung bagaimana orang menyikapi game itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak psikologis game online yang mengandung unsur kekerasan.

Menurutnya, kebiasaan bermain game semacam itu dapat mengikis empati dan kepekaan sosial generasi muda.

Pemerintah kini tengah mengkaji mekanisme pengawasan dan pembatasan terhadap game online tertentu agar dampaknya dapat dikendalikan tanpa menghapus nilai hiburan dan kreativitas di dalamnya.