JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya memperkuat sektor logistik nasional guna mencegah perlambatan ekonomi Indonesia. Ia menilai, peningkatan efisiensi dan daya saing logistik menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas 5%.
“Efektivitas dan efisiensi sektor logistik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam pernyataannya, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, efektivitas sektor logistik masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan ekonomi nasional. Berdasarkan data 2022, biaya logistik Indonesia mencapai 14,29% dari total produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, laporan Logistics Performance Index (LPI) 2023 yang dirilis oleh Bank Dunia menempatkan Indonesia di peringkat ke-63 dari 139 negara. Posisi ini menunjukkan bahwa sektor logistik domestik masih perlu banyak pembenahan agar dapat bersaing di tingkat global.
“Logistik yang belum efisien berpengaruh terhadap daya saing dan menekan kinerja ekspor kita. Karena itu, sektor ini harus menjadi prioritas nasional,” tegasnya.
Airlangga mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan presiden (Perpres) tentang penguatan logistik nasional. Rencana strategis tersebut akan dilaksanakan melalui tiga pilar utama.
Pertama, pengembangan konektivitas infrastruktur logistik. Kedua, digitalisasi dan integrasi layanan logistik nasional. Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta penyedia jasa logistik.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Transformasi logistik ini harus melibatkan sektor swasta, mitra global, dan para profesional di bidang logistik,” tambah Airlangga.
Ia menekankan bahwa penguatan sektor logistik tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya distribusi, tetapi juga membuka akses ekspor yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan industri nasional.
Pada kuartal III tahun 2025, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,04% (year on year). Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, yang menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.
“Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kita wujudkan logistik nasional yang kuat, efisien, dan mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya.














