Imbas Gencatan Senjata Gaza, Houthi Yaman Stop Luncurkan Rudal ke Israel

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kelompok Houthi Yaman mengisyaratkan telah menghentikan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal di Laut Merah setelah diberlakukannya gencatan senjata di Jalur Gaza.

Isyarat penghentian serangan itu diketahui dari surat tanpa tanggal yang dikirim oleh kelompok Houthi kepada Brigade Qassam Hamas.

Dalam surat tersebut, kelompok yang didukung Iran itu menyatakan tengah memantau situasi di Gaza dan siap melanjutkan operasi militer bila Israel kembali memulai pertempuran.

“Kami memantau perkembangan dengan saksama. Jika Israel melanjutkan agresinya terhadap Gaza, kami akan kembali memulai operasi militer kami terhadap Israel dan memberlakukan kembali larangan navigasi.

bagi kapal-kapal Israel di Laut Merah dan Laut Arab,” tulis Kepala Staf Militer Houthi, Mayor Jenderal Yusuf Hassan al-Madani, dikutip dari The Times of Israel, Kamis (13/11/2025).

Hingga berita ini diterbitkan, pasukan militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan tersebut. Sebelumnya, Israel diketahui telah melancarkan serangkaian serangan balasan yang menewaskan sejumlah pemimpin senior Houthi.

Kelompok Houthi mulai melancarkan serangan terhadap Israel dan jalur maritim sejak November 2023, sebulan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu pecahnya perang di Gaza.

Sejak saat itu, Houthi telah menembakkan lebih dari 130 rudal balistik, puluhan rudal jelajah, serta drone ke wilayah Israel.

Salah satu serangan besar terjadi pada Juli 2024 yang menewaskan seorang warga sipil di Tel Aviv dan melukai beberapa lainnya. Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan dari militer Israel yang telah menyerang wilayah Yaman sedikitnya 19 kali.

Namun, sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel disepakati pada 10 Oktober 2025, Houthi mengeklaim tidak lagi melancarkan serangan ke arah Israel.

Catatan terakhir menunjukkan, serangan rudal terakhir Houthi diluncurkan pada 5 Oktober 2025 dan serangan drone terakhir terjadi pada 7 Oktober 2025.

Pengamat menilai langkah penghentian serangan Houthi ini menjadi sinyal bahwa kelompok tersebut tengah menunggu perkembangan situasi di Gaza, sekaligus menghindari eskalasi baru di kawasan Timur Tengah yang masih rapuh.