Tarif Trump Mulai Gigit, Ekspor China Catat Penurunan Perdana dalam Dua Tahun

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kinerja perdagangan China kembali tertekan. Pada Oktober 2025, ekspor negara tersebut merosot dan mencatat penurunan pertama sejak hampir dua tahun terakhir.

Kelesuan juga tampak pada sektor produksi. Pertumbuhan output industri hanya mencapai 4,9 persen secara tahunan angka terendah sejak Agustus 2024. Capaian itu turun dibandingkan September yang mencapai 6,5 persen dan berada di bawah ekspektasi survei Reuters yang memproyeksikan 5,5 persen.

Dari sisi konsumsi, penjualan ritel memang tetap meningkat 2,9 persen, tetapi menjadi laju paling lemah sejak Agustus 2024. Pasar otomotif pun tidak lebih baik; penjualan mobil stagnan setelah delapan bulan berturut-turut mencatat pertumbuhan, meski kuartal IV biasanya menjadi periode puncak penjualan.

Penurunan kinerja ekonomi ini terjadi meskipun Oktober memiliki satu hari kerja tambahan dibanding tahun sebelumnya akibat pergeseran jadwal libur nasional.

Pelemahan ekspor tercatat sebelum tercapainya kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir Oktober 2025. Dalam kesepakatan tersebut, Trump menyetujui pemangkasan sebagian tarif serta penghentian beberapa pembatasan selama satu tahun.

Sejumlah analis menilai ekspor China masih akan sulit pulih dalam waktu dekat karena efek front-loading—yakni percepatan pengiriman barang sebelum tarif diterapkan—sudah mulai menghilang.